close
Opini Gue

Membedakan Kebutuhan dan Keinginan, Bagian dari Revolusi Mental Keuangan

kebutuhan-versus-keinginan

Presiden Joko Widodo, atau yang akrab disebut dengan Jokowi, tahun 2014 lalu memperkenalkan revolusi mental. Mengapa perlu revolusi mental? Seperti dikutip dari revolusimental.go.id, survey mengungkapkan bahwa untuk hal-hal buruk, untuk Indonesia angkanya selalu tinggi. Wah! Perlu revolusi mental kalau gitu dong!

Revolusi mental ini sendiri, menurut situs yang sudah saya sebutkan tadi, adalah gerakan sosial untuk bersama-sama menuju Indonesia yang lebih baik. Siapa saja penggerak revolusi mental ini? Bukan hanya pemerintah saja. Namun Kita juga menjadi penggerak revolusi mental. Bener bingits! Kita juga merupakan penggerak revolusi mental. Namun, kita juga harus merevolusi mental kita termasuk di bidang keuangan.

Keuangan memang bagian penting dalam keseharian kita. Bukan berarti kita menghamba uang, namun, kita juga perlu untuk merevolusi mental kita dalam hal keuangan bukan? Apa yang bisa kita lakukan? Yang terutama adalah perencanaan keuangan. Membeli sesuatu juga perlu perencanaan kan? Saya kerap melakukan hal ini, dan ternyata sangat bermanfaat. Revolusi mental yang penting juga dalam bidang keuangan adalah membedakan antara kebutuhan dan keinginan. terkadang kita mendahulukan keinginan kita bukan kebutuhan kita. Misalnya, pembelian ponsel. Kita menginginkan ponsel canggih dan mahal, padahal kebutuhan kita, yang cukup-cukup saja. Begitu juga dengan hal lainnya. Yuk kita revolusi mental kita di bidang keuangan.

Tommy

The author Tommy

Leave a Response