close

Blogs

Blogs

Isi Ulang Uang Elektronik di Halte Transjakarta, Ada Biaya Adminnya

20170522_140552(0)-1

Saya memang biasanya dan sering naik Transjakarta. Namun karena mendapat pinjaman sepeda motor dari seorang teman, saya akhirnya saya lebih sering wira-wiri naik sepeda motor.

Sampai pada akhirnya, saya beberapa beberapa waktu lalu harus ke Gandaria City dan kemudian memilih menumpang Transjakarta. Bawa motor kejauhan dan melelahkan. Akhirnya saya menumpang transjakarta

Karena saldo uang di flazz BCA saya sudah tidak ada lagi, saya akhirnya top up di halte Walikota Jakarta Utara. Saya kemudian mendapat secarik tiket kecil. Awalmulanya saya tidak menyadari buat apa itu tiket kecil.

Siang ini, saya tidak membawa sepeda motor. Teman yang meminjamkannya, menggunakan sepeda motor tersebut. Dan saya kembali menumpang transjakarta karena saya pengen jalan-jalan ke Mangga 2. Dan saya harus top up lagi.

Dan ternyata saya mendapat kertas yang sama. Apa fungsi kertas tersebut? Ternyata itu adalah tanda bukti biaya administrasi untuk setiap top up atau pengisian ulang uang elektronik. Biaya admin tersebut tidak banyak sih. Hanya Rp 2000 saja. Tidak apa-apa sebenarnya.
Tapi yang bikin bingung, sepertinya tidak ada sosialisasi. Atau mungkin saya yang kurang update. 

baca selengkapnya
Opini Gue

Bisnis Wisata Petualangan ke Tempat Baru, Menarik untuk Digeluti

IMG_0050

Belakangan ini, di era “instagram” dan “path” dan media sosial yang sudah lahir terlebih dahulu, berwisata atau travelling ke berbagai penjuru dunia dan juga Indonesia semakin ramai. Bagaimana tidak, orang bisa mengetahui berbagai lokasi wisata atau destinasi yang baru dan keren bisa diketahui hanya dengan akses ke media sosial.

Banyak travelergram atau bisa dikatakan pengguna instagram yang memamerkan atau berbagi lokasi wisata yang benar-benar masih belum sangat umum.

Coba perhatikan, destinasi wisata seperti Labengki dan Sombori di Sulawesi yang mirip Raja Ampat di Papua. Banyak yang belum tahu lokasi tersebut ada di mana. Tapi, belakangan ini, sudah cukup banyak yang mem-posting atau mempublikasikan di berbagai platform media sosial. Dan mengulasnya.

Akhirnya orang-orang, terutama kelas menengah ke-atas yang menuju ke lokasi wisata yang “anti-mainstream” ini.

Namun, wisatawan yang ke tempat-tempat unik seperti ini, lebih banyak bepergian sendiri atau dengan grup, baik teman atau sahabat dan keluarga. Mereka juga bermodalkan atau berpatokan pada postingan di media sosial saja.

Kalau kita pikir-pikir, bukankah sebenarnya wisata ke lokasi-lokasi baru dan unik, bukan mainstream seperti ini layak jadi bisnis usaha travel yang baru? Apalagi selama ini, usaha jasa perjalanan atau bisnis travel, lebih banyak ke lokasi wisata yang sudah umum.

Kalau kalian pengguna berbagai media sosial,terutama instagram, kalian bisa tengok akun instagram @tukang_jalan. Instagram nya penuh dengan wisata ke lokasi-lokasi yang bagi saya belum “pasaran”. Memang sudah menjadi lokasi wisata, tetapi belum banyak dikunjungi banyak orang.

Selain tukang jalan ini, ada juga akun instagram @ibupenyu yang menawarkan berwisata ke lokasi-lokasi yang unik. Saya sih mengetahui dari beberapa seleb instagram yang merupakan traveler atau travel bloger.

Ini salah satu contoh postingan di akun @tukang_jalan ini. Dia menawarkan wisata ke Pulau Alor yang indah. Kalau kalian googling atau cari di mesin pencari, bisnis wisata seperti ini masih sangat langka loh.

instagram.com/tukang_jalan

Biar lebih afdol lagi, saya berikan satu postingan lagi ya dari instagram @ibupenyu yang saya screen capture

 

Nah menarik bukan? Kenapa nggak kita buat? Nah, apa saja yang perlu kita siapkan?

Yang paling pertama, sebaiknya kita menjadi traveler yang berkunjung ke lokasi-lokasi tersebut. Kita bisa pergi dengan teman kita atau kalau berani sih, sendirian saja. Mengapa saya sarankan kita harus bepergian ke lokasi-lokasi tersebut? Agar nanti kita bisa mengetahui moda transportasi yang bisa digunakan, dan penginapan yang ada di lokasi-lokasi tersebut.

Yang kedua, buat foto yang menarik ketika kita berkunjung ke lokasi-lokasi tersebut. Buat teman atau follower kita di media sosial tertarik untuk berkunjung. Istilahnya “bikin ngiler”.

Sembari berkunjung, ini yang ketiga, kita hitung biaya yang dikeluarkan agar nanti kita bisa menjual paket dengan harga yang sudah kita ketahui. Bener kan? Setidaknya kita tidak akan mengetahui biaya paling rendah dan biaya paling tinggi.

Yang tidak kalah penting atau ke-empat adalah, bangun jejaring dengan penduduk lokal dan pengelola transportasi setempat. Biasanya sih, menuju lokasi-lokasi wisata seperti ini banyak menggunakan transportasi masyarakat lokal.

Kalau pun menggunakan transportasi publik, kita sudah mengetahui jadwal keberangkatan. Kalau ada “channel” orang lokal, kita bisa arrange perjalanan khusus dengan menyewa kapai.

Nah, tips-tips di atas tadi, bisa kita lakukan sebelum memulai bisnis wisata petualangan ke tempat baru dan tidak mainstream ini. Yuk mencobanya!

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs jadimandiri.org

 

baca selengkapnya
Tekno Blog

Tiket Masuk Parkir RSUD Koja Ada Foto Pengendaranya

20170518_092517-1

Sebulan terakhir ini, saya kerap bolak balik ke Rumah Sakit Umum Daerah Koja, Jakarta Utara. Ngapain? Saya akan menjalani operasi mata kanan saya. 

Awal April lalu, atau pekan pertama April, saya hampir setiap hari bolak balik. Pertengahan Mei juga sama.

Karena saya mengendarai sepeda motor, tentunya saya masuk parkiran motor. Prosedurnya seperti biasa sih. Ambil tiket, hanya dengan memencet tombol saja di dispenser karcis atau tiket parkir.

Awalnya sih saya cuek saja. Saya pikir ya karcis parkir biasa aja. Cuma ada data jam dan tanggal masuk, plus barcode yang menyimpan data tersebut.

Namun, ketika saya mengecek karcis parkir di RSUD Koja ini, saya melihat ada sesuatu yang berbeda dibandingkan karcis parkir di mall. 

Ada foto rekaman CCTV yang diprint di karcis parkir. Wah ini keren dan unik. Begini nih hasil printnya :

bandingkan dengan karcis atau tiket parkir di Mall Artha Gading yang ini :

Nah beda kan? Sekali lagi ada fotonya lho. Bagi saya ini adalah bagian dari sistem keamanan parkir atau tempat parkir. CCTV memang beneran mengcapture kita saat kita masuk. 

Dengan kartu parkir semacam ini, pastilah kita akan merasa aman. Dan semoga ini bisa ada di semua parkiran.

Eniwei, saya berani posting kartu parkir ini karena saya sudah keluar dari parkiran. Jadi ya gak bisa di salah gunakan lagi. Hehehehe….

baca selengkapnya
Tekno Blog

Berpindah Faskes 1 BPJS Kesehatan Bisa Melalui Aplikasi di Ponsel

IMG_20170201_144010-1

Sebagian besar dari kita tentunya sudah membuat atau memiliki BPJS. Nah ketika mendaftar BPJS kita sekalian mendaftar faskes 1. Tapi kita tentunya terkadang berpindah tempat tinggal dan menjadi jauh dengan faskes 1 tempat kita daftarkan sebelumnya.

Untuk berpindah faskes 1 ini, ternyata kita tidak perlu repot ke kantor BPJS Kesehatan. Kita cukup menggantinya melalui aplikasi BPJS yang kita bisa unduh dari playstore.

Ini adalah data BPJS saya di aplikasi yang saya pasang di ponsel saya yang berbasis android. Kita akan lihat perubahannya nanti ya.

Untuk berpindah faskes 1, caranya gampang, untuk memudahkan penggantian faskes 1 ini, kita awalnya buka aplikasi BPJS di smartphone kita. Kalau belum install, silakan install dan daftar.
Nah setelah aplikasi terbuka, tampilannya adalah seperti ini

Setelah aplikasi terbuka, kita pilih ubah data peserta. Setelah diketuk atau di-tap akan muncul seperti ini

Setelah muncul seperti ini, Anda bisa tap atau ketuk pada tulisan faskes 1 yang akan kita ganti. Dalam tulisan ini adalah kelurahan Ancol. Kemudian, akan muncul pilihan memasukkan, provinsi, kota dan akan terbuka pilihan faskes 1. 

Karena saya berada di Jakarta, saya memilih provinsi DKI Jakarta.

Setelah itu kita memilih kota atau kabupaten. Dan pada faskes 1 kita bisa memilih faskes yang terdekat dengan tempat tingal kita

Kau kita sudah memastikan faskes 1 yang baru, Kita kemudian akan dikirimkan e-mail yang berisi angka utk verifikasi. Setelah itu kita masukkan

Setelah terverifikasi, maka faskes 1 kita akan berubah. Kita bisa mencek nya di menu awal aplikasi dan pilih menu peserta. Kalau lihat tampilan awal faskes 1 saya adalah kelurahan Ancol sudah berubah menjadi Kebon Bawang 1. Saya memang memilih faskes 1 ini karena dekat dengan tempat saya tinggal.

Mudah bukan?

Selamat mencoba

baca selengkapnya
Curahan Hati

Bagi-bagi Buku Ahok

20170501_230335-1

Pasti semua orang sudah pada tahu mengenai buku “A Man Called #Ahok”. Buku ini merupakan kumpulan kicauan Rudi Valinka alias @kurawa di twitter yang akhirnya dibuatkan buku.

Awalnya, buku ini dijual untuk donasi kampanye Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta. Tetapi kemudian buku ini dibagi-bagikan di Jakarta.
Seusai pilgub Jakarta selesai, ketika saya berkunjung ke teman, ternyata dia ada stok buku ini. Saya kemudian berinisiatif untuk membagi-bagikan buku ini ke sejumlah penggemar Ahok yang belum mendapatkan buku ini.

Prosedur nya ya seperti biasa. Saya promo lewat media sosial baik facebook maupun instagram. Kali ini saya tidak promo lewat twitter.

Buku yang saya bagikan ini tidaklah dibayar. Saya hanya meminta penggantian ongkos kirim saja. Mau dikirim ke manapun saya kirimkan. Permintaan kirim pun berdatangan. Baik yang dari Jakarta maupun daerah. 

Ini sebenarnya inti dari blog ini. Saya mau cerita sekalian curhat sebenarnya. Hahaha… apa sih yang sebenarnya pengen dicurhatin?

Soal ongkos kirim sebenarnya yang pengen saya curhatin. 

Ketika yang request buku ini mengirimkan ongkos kirim, banyak yang bertanya berapa ongkos kirim. Saya pun mengecek lewat aplikasi. Namun, ternyata banyak yang meleset. Dan akhirnya saya menambah biaya kirim. Banyak yang mentransfer ongkos kirim pas-pasan. Jadi ya saya tambahin.

Namun, ada juga beberapa yang berbaik hati mengirimkan ongkos kirim lebih banyak. Saya tidak perlu menyebutkan rinciannya dan siapa saja mereka. Tapi mereka baik hati.  

Itu baru satu bagian cerita. Cerita atau curhatan lainnya adalah, ya repot packing aja sih. Ya tapi karena semangat berbagi, saya akhirnya , walaupun mengeluh dalam hati, tetap bersemangat. Niat berbagi memang.

Dan sesi curhat lewat blog ini yang lainnya adalah, repot bolak balik ke JNE. Untunglah dekat dengan kosan saya. Soal capek, tidak akan terasa. Apalagi teman-teman mendapatkan buku tentang pak Ahok.

Bagi yang sudah menerima buku, saya ucapkan selamat membaca!

baca selengkapnya
Blogs

Wah! Borong Buku di Big Bad Wolf 2017 Bisa Dicicil !

bbw-2017-via-bbw

Seperti yang sudah saya tuliskan di blog saya sebelum ini, ketika Hari Kartini diperingati Jumat 21 April besok, sebuah event book sale terbesar akan dihelat di Indonesia. Bank Mandiri, menjadi pendukung di event ini.

Dimana digelarnya? Event ini akan digelar di International Covention Exhibition atau yang lebih dikenal dengan ICE yang berada di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Sudah pada tahu dong kalau ICE ini merupakan tempat  pegelaran event besar. Mulai dari Konser Musik hingga berbagai jenis pameran digelar event ini.

Sudah saya tuliskan di blog saya yang sebelumnya, event ini akan digelar selama 12 hari. Dimulai di peringatan Hari Kartini 21 Mei, dan berakhir di peringatan hari pendidikan 2 Mei. Yang kerennya lagi, ada dua tanggal ketika event ini berlangsung. Yang pertama 24 April, dan 1 Mei. Keduanya jatuh di hari Senin.

Jadi ketika event ini berlangsung, ada dua long weekend, atau akhir pekan yang panjang. Event ini juga, akan dibuka selama 24 jam penuh dalam satu hari. Kalian nggak perlu khawatir harus datang pas tanggal merah. Sepulang dari kantor, kalian bisa datang ke ICE. Malam-malam pun bukan suatu masalah.

Buku yang dijual di event ini juga, dari berbagai penerbit Amerika Serikat, Inggris dan lainnya akan dijual. Jumlah buku yang dijual pun jumlahnya mencapai dua kali lipat. Kalau sebelumnya Cuma dua juta buku, kali ini lima juta buku yang dijual.

Diskon yang diberikan untuk buku-buku ini juga tidak main-main. 20 hingga 80 persen. Okeh itu bagian yang cool, keren dan gokil dari event ini.

Namun, apa sebenarnya yang lebih keren lagi dari event ini? Di awal tulisan saya menyampaikan bahwa, Bank Mandiri merupakan sponsor atau pendukung model pembayaran event ini. Bank Mandiri menyiapkan alat pembayaran menggunakan Kartu Kredit maupun Kartu Debit.

Bagi pengguna kartu debit atau kartu kredit bank mandiri, Bank Mandiri memberikan penawaran spesial berupa mendapatkan voucher sebesar Rp 300.000. Untuk ukuran belanja buku, ditambah dengan diskon 20 – 80 persen, bisa buat belanja buku yang banyak dong.

Tidak hanya itu saja, penawaran lain yang diberikan oleh bank Mandiri, adalah diskon 20% dengan menggunakan fiesta point. Makin banyak deh diskon membeli buku di event  ini.

Yang tidak kalah keren, adalah penawaran cicilan nol persen selama enam bulan apabila kita memborong buku atau membeli buku dalam jumlah banyak. Ya eyalaah! Masa membeli buku Cuma senilai 100 ribu trus mau dicicil. Emang apaan ….

Dengan penawaran yang diberikan tersebut, ngapain sih kita repot-repot harus transaksi tunai untuk borong buku di event ini. Belanja tunai pasti repot. Kita sudah siapin buku banyak-banyak, eh pas mau bayar uang kurang. Trus mau cari ATM juga ribet. Jadi, nggak salah dong kalau kita transaksi cashless atau tidak menggunakan uang tunai?

Nah, siapkan diri kalian deh untuk borong buku di event ini. Apalagi bisa cicilan enam bulan tanpa bunga. Asyik nggak sih?

baca selengkapnya
Blogs

Penggila Buku? Ada Big Bad Wolf 2017 di ICE BSD

Bigbadwolfxbankmandiri

Penggila buku atau para “kutu buku” yang benar-benar pengoleksi dan pembaca buku, Jumat 21 April besok, kalian bisa menyalurkan hobi kalian untuk berburu buku baru untuk dibaca dan menambah koleksi perpustakaan pribadi kalian. Apalagi di event ini didukung oleh Bank Mandiri

Ada apakah? Event bazaar atau pameran buku terbesar di Asia Tenggara, kembali akan digelar setelah sukses digelar di Jakarta dan Surabaya. Jumat 21 April besok, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) kembali akan digelar The Big Bad Wolf Book Sale.

Wah-wah, sudah pasti ini akan menjadi event penggemar buku di Indonesia.

Presiden Direktur  PT Jaya Ritel Indonesia, Uli Silalahi, berbeda dengan pegelaran sebelumnya, Big Bad Wolf tahun 2017 ini pihaknya akan menyiapkan lima juta buku. Lima juta buku? Udah kebayang kan jumlahnya seperti apa banyaknya.

Jumlah ini sendiri, naik dua setengah kali lipat dibandingkan pegelaran sebelumnya. Event yang sama sebelumnya, hanya menjual dua juta buku.  Tidak hanya lima juta buku. Event ini sendiri, akan digelar selama 12 hari. Bayangkan bro … bayangkan sis…. 12 hari. Bukan Cuma dua atau tiga hari. Catat! 12 hari.

Yang gilanya lagi, adalah bazaar buku ini akan buka 24 jam penuh. Pastinya kita nggak perlu berebutan datang siang hari. Bisa juga pulang kantor atau pulang kerja nggak perlu ngebut-ngebut untuk ke ICE. Kia tiba jam 12 malam ataupun jam 2 dini hari, kita masih bisa belanja buku. Shopping … shopping ….. shopping!

Soal genre buku, yang disiapkan panitia beragam genre buku baik dari judul maupun untuk usia pembaca. Penerbitnya juga dari berbagai negara. Inggris, Amerika Serikat dan Eropa. Banyak buku impor bagus dong kalau begitu.

Mau tahu yang lebih gokil lagi? Diskon buku di Big Bad Wolf 2017 adalah 20 hingga 80 persen.  Nah ini pasti dong yang ditunggu-tunggu oleh penggila belanja buku. Dengan diskon 80 % harga buku yang Rp 100 ribu, menjadi Rp. 20 ribu. Murah bingiiitttt!

Nah sudah tahu soal eventnya kan? Ada satu hal penting dari event ini. Bank Mandiri, mendukung penuh event ini. Bank Mandiri menjadi satu-satunya Bank yang mensponsori pembayaran di event ini. Eh tapi bukan Bank Mandiri yang bayarin buku yang kalian beli lho.

Di event yang akan digelar dari 21 April hingga 2 Mei ini, kalian bisa transaksi tanpa membawa uang tunai. Kebayang kan kalian akan repot cari Anjungan Tunai Mandiri kalau uang buat bayar buku kurang?

Kalian bisa transaksi dengan menggunakan Kartu Kredit  ataupun menggunakan Debit Bank Mandiri untuk belanja buku. Asyik bukan? Buku sudah ditangan, tapi pas mau bayar duit kurang, kalian tidak perlu rempong cari ATM lagi. Tinggal kalian transaksi dengan menggunakan kartu saja dan tanpa repot. Tinggal gesek saja.

Jadi, kalau event ini udah dibuka pas Hari Kartini 21 April 2017 dan ditutup pas Hari Pendidikan Nasional 2017 nanti, tidak perlu menunggu waktu lagi untuk belanja buku kan? Serbu!!!!!

baca selengkapnya
Opini Gue

Revolusi Mental Perlu untuk Tingkatkan Produktifitas

tips menciptakan tim kerja yg produktif

Setelah menulis terkait revolusi mental terkait dengan bidang entrepreneurship atau kewirausahaan, keuangan dan travelling atau perjalanan, kalau kita bicara soal revolusi mental, ada satu hal lagi yang sangat penting. Revolusi mental untuk meningkatkan produktifitas.

Yeps, kita memang perlu meningkatkan produktifitas kita, yang berguna bagi diri kita sendiri, dan profesi kita maupun tempat kita bekerja mencari rezeki. Ya caranya dengan merevolusi mental kita yang terkait dengan produktifitas. Apa aja yang perlu dilakukan? Saya ambil beberapa hal dari berbagai sumber ya. Yang penting-penting saja.

Yang pertama, adalah “think outside the box”. Berpikir di luar kotak. Apa sih itu? Kita harus berpikir di luar kebiasaan kita dan jangan membatasinya dengan yang sudah kita biasakan. Kita juga harus bangun kebiasaan yang produktif. Ada juga yang unik. Kita hilangkan gangguan yang bisa mengganggu produktifitas kita. Kalau kita sedang bekerja, dan tidak ingin diganggu, silakan tulis “jangan diganggu” dan ditempel. Melakukan olahraga yang teratur merupakan bagian dari peningkatan produktifitas. Malas olahraga? Revolusi mental kamu supaya rajin berolahraga. Nah cukup ini saja ya? Kalau kebanyakan nanti kepanjangan tulisan ini!

dari berbagai sumber

baca selengkapnya
Opini Gue

Membedakan Kebutuhan dan Keinginan, Bagian dari Revolusi Mental Keuangan

kebutuhan-versus-keinginan

Presiden Joko Widodo, atau yang akrab disebut dengan Jokowi, tahun 2014 lalu memperkenalkan revolusi mental. Mengapa perlu revolusi mental? Seperti dikutip dari revolusimental.go.id, survey mengungkapkan bahwa untuk hal-hal buruk, untuk Indonesia angkanya selalu tinggi. Wah! Perlu revolusi mental kalau gitu dong!

Revolusi mental ini sendiri, menurut situs yang sudah saya sebutkan tadi, adalah gerakan sosial untuk bersama-sama menuju Indonesia yang lebih baik. Siapa saja penggerak revolusi mental ini? Bukan hanya pemerintah saja. Namun Kita juga menjadi penggerak revolusi mental. Bener bingits! Kita juga merupakan penggerak revolusi mental. Namun, kita juga harus merevolusi mental kita termasuk di bidang keuangan.

Keuangan memang bagian penting dalam keseharian kita. Bukan berarti kita menghamba uang, namun, kita juga perlu untuk merevolusi mental kita dalam hal keuangan bukan? Apa yang bisa kita lakukan? Yang terutama adalah perencanaan keuangan. Membeli sesuatu juga perlu perencanaan kan? Saya kerap melakukan hal ini, dan ternyata sangat bermanfaat. Revolusi mental yang penting juga dalam bidang keuangan adalah membedakan antara kebutuhan dan keinginan. terkadang kita mendahulukan keinginan kita bukan kebutuhan kita. Misalnya, pembelian ponsel. Kita menginginkan ponsel canggih dan mahal, padahal kebutuhan kita, yang cukup-cukup saja. Begitu juga dengan hal lainnya. Yuk kita revolusi mental kita di bidang keuangan.

baca selengkapnya
Opini Gue

Revolusi Mental Traveller Juga Perlu!

terumbu karang raja ampat yang dicoret

Revolusi Mental? Hmmm…. Iya Revolusi mental ini memang tengah digaung-gaungkan di seantero nusantara. Mengapa perlu revolusi mental? Seperti yang saya kutip dari situs revolusi mental, berdasar survei internasional untuk hal yang baik, angka untuk Indonesia cenderung rendah. Sebaliknya, untuk hal yang buruk cenderung tinggi.

Wah menarik dong ini! Memang kita perlu revolusi mental. Nah berdasar situs ini, revolusi mental haruslah dilakukan lintas sektoral. Berarti bukan cuma satu sektor saja bukan. Okeh, sebagai salah satu sektor, tentunya pariwisata. Nah sebagai traveller atau orang yang suka bepergian, tentu kita harus merevolusi mental traveller kita.

Apa yang perlu direvolusi? Mental seorang traveller tidak boleh manja dan harus benar-benar jadi mandiri. Tidak boleh bergantung kepada orang lain, kalau perlu travelling sendirian saja! Why not! Sebagai traveller juga yang perlu direvolusi mental adalah kita harus menjaga tempat yang menjadi tujuan kita. Jangan sampai kejadian di raja ampat dimana wisatawan atau traveler merusak terumbu karang dengan menulis nama di terumbu karang. Jangan buang sampah sembarangan di lokasi wisata juga bagian dari revolusi mental kita. Tidak salah kan kalau kita merevolusi mental kita sendiri dan menginspirasi orang untuk merevolusi mental mereka?

baca selengkapnya
1 2 3 7
Page 1 of 7