close

Curahan Hati

Curahan Hati

Ketika Ibu Kos Pinjam Uang

img_4725

Saya merantau, meninggalkan kampung halaman, semenjak tahun 1992, atau 24 tahun lalu. Saya kuliah di Jawa Tengah, Kota Salatiga. Tahun pertama, saya ngontrak bersama saudara saya yang kuliah di Salatiga juga. Setelah itu saya indekos, atau kalau bisa dibilang, ngekos lah.

Selesai kuliah dan mencari nafkah penghidupan dimJakarta semenjak tahun 2001, meskipun saya pernah tinggal di Jonggol, Kabupaten Bogor, saya juga ngekos di Jakarta. Untuk memudahkan pekerjaan saya, waktunitu sebagai wartawan di Sinar Harapan.

Tapi, ada kejadian unik semenjak ngekos di daerah Kebon Bawang, Tanjung Priok sedari bulan Mei 2016 lalu. Dan ini kejadian pertama.

Keunikan terjadi ketika di bulan ke tiga ngekos, atau bulan Juli, ibukos meminta saya untuk membayar kos lebih cepat seminggu. Saya membayar kos setiap tanggal 22. Saya sih karena kerjaan lagi serabutan ya mengatakan belum ada uang waktu itu. Saya membayar pada tanggal seperti biasa saya membayar kosan. Itu yang pertama.

Kejadian ke-dua yang unik, ketika saya pulang kos agak cepat, biasanya saya pulang kos jam 10an malam, pemilik kos nyamperin ke kamar kos. Oh iya, saya lupa cerita, pemilik kos tinggal di bawah, saya di atas. Kosan kami model bertingkat.

“Oh kau yang pulang kos toh Tom. Saya kira pak Suwarno”

Pak Suwarno ini merupakan teman satu kos bersebelahan kamar. Dia kerja di BPN Jakarta Utara.

“Ada apa toh Tante?”

“Tante ‘mau pinjam uang ke pak Warno”

begitu dialog saya dengan pemilik kos, seorang bersuku Batak. Saya memanggilnya tante.

Sewaktu pak Warno pulang, saya mendengar perbincangan Tante Kos dan Pak Warno. Dia meminjam uang. Wah ini kejadian unik yang pernah saya alami. Asli lho. Seumur-umur saya ngekos, yang ngekos pinjam uang dari anak kos.

Kejadian itu berulang. Saya hari Sabtu 12 Oktober ini hendak berangkat ke Plaza Telkom Jakarta Utara. Pas saya mau berangkat, tante kos bilang ke saya. 

“Tom pinjam uang gocap (50ribu maksudnya).

Karena saya tidak pegang uang segitu, saya akhirnya bilang, nanti sore aja.

Setelah kembali ke kosan, saya sore hendak berangkat ke Cempaka Mas. Ada urusan.

Tante kos juga masih menyampaikan hal serupa. 

“Tolong diusahakan ya uang 50 atau 100 (ribu)”

Saya pun mengiyakan. Bukan berbohong. Saya berusaha, kalau tidak dapat ya kan audah usaha.

Saya memang melihat, tante kos atau pemilik kos ini penghasilannya dari kosan saja. Ada lima kamar kos, tapi yang terisi hanya dua kamar. Makan sehari-hari mungkin berharap dari yang ngekos. Belum bayar listrik dan air juga. Kalau berharap dari uang kos, rasanya tak cukup, menurut saya.

Tapi ya mau gimana lagi?

Saya juga ngekos dengan uang hasil serabutan sana sini. Lagi kesulitan memang belakangan ini. Semoga ini bisa segers berakhir, karena biasanya saya tidak begini. 

baca selengkapnya
Curahan Hati

Kunci Kamar Kos yang Tertinggal

img_4307

Usia memang nggak bisa bohong. Kalau pada kurang paham dengan maksud saya ini, ceritsnya begini.Saat saya menulis blog ini, usia saya udah 42 tahun delapan bulan dan 22 hari. Usia yang semakin menua ini, terkadang membuat kita suka lupa, a.k.a susah mengingat sesuatu.

Yang parahnya lagi adalah lupa ini terkait hal-hal yang kecil dan berdampak lumayan besar.

Saya ini, ngekos atau indekos, semenjak bulan Mei di daerah Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Lah trus apa yang kelupaan?

Kunci kamar kos!!

Iya, kunci kamar kos ini, bukan cuma satu atau dua kali tertinggal di pintu kos. Keluar kos, saya menaruh anak kunci di pintu. Dan saya lupa mencabutnya. 

Hal itu terjadi hari ini. Saya buru-buru berangkat karena janjian dengan teman di Polsek Penjaringan. Pakai sepatu, langsung berangkat dan kunci kamar kos tertinggal di pintu.

Saya menyadarinya, ketika merogoh kantong, dalam acata liputan pemilihan Abang dan None Buku di Jakarta Islamic Center. Fatalnya lagi, pas lihat jam waktu sudah menunjukkan 22.00 wib.

Artinya, kosan sudah digembok pintu depannya, sementara kunci gembok digabung menjadi satu dengan kunci kamar kos.

APES!!

Pulang liputan jam 23.00 kurang, saya berharap tante kos belum mengunci pintu gerbang depan. Tapi sampe kosan, dalam keadaan terkunci.

Aaaaarrggghhh nggak bisa masuk kos.

Mau tidak mau harus menunggu pagi, pulang kos ketika tante sudah buka pintu gerbang depan. Beruntung lagi dapat pinjaman sepeda motor dari teman. Keliling-keliling Jakarta aja lah naik motor.

Blog ini saya tulis ketika lagi mampir circle k di SPBU Shell Sunter yang di seberang Artha Gading, jam 01.00 pagi. Keadaan ngantuk tapi bingung mau tidur dimana. Mampir ke teman, udah tengah malam. Sapa yang mau bukain pintu coba.

Apes dah eug hari ini.
Jakarta, 24 September.

baca selengkapnya
Curahan Hati

“Black Campaign” Ahok Lewat SMS

black-campaign-1

Semalam, ketika saya sedang menonton pertandingan perdana Europa League musim ini antara Feyenoord melawan klub yang saya gemari Manchester United, tiba-tiba HP Nokia saya berbunyi.

Saya pikir, wah, tumben tengah malam ada yang menelepon. Saya pun sempat khawatir. Jangan-jangan ada hal yang penting, dari orang tua mungkin.

Setelah saya ambil ponsel dari saku celana, saya melihat ada nomor yang tidak terdaftar dalam phonebook saya. AH orang iseng pikir saya.

Tak lama berselang, sekitar mungkin satu atau dua menit berikutnya, saya lihat ada SMS atau pesan singkat masuk. Saya membukanya dan isinya? Wah saya sungguh kaget!

Isinya : “Awas jgn pilih ahok pki”

Saya kaget, tapi saya lansung keluarkan iPad saya dari tas dan memfoto SMS ini. HP Nokia mana bisa screenshot atau screen capture. Jadi ya saya foto saja.

Setelah foto saya langsung posting ke twitter. Biar disebarkan dan orang tahu.

Saya cuma suka mikir aja, kok seperti ini ya. Pemilihan Gubernur masih empat bulan lebih, tapi kok udah dikirimin SMS seperti itu ya? Nomornya juga jelas.

Mengapa juga harus menuduh ahok pki seperti itu? Menyedihkan saja karena masih pake cara-cara seperti ini untuk black campaign

baca selengkapnya
Curahan Hati

Galau Gara-gara E-KTP

e-ktp

Sudah tahu kan kalau pemerintah memberikan batas perekaman e-KTP itu pada tanggal 30 September 2016 nanti? Kalau belum tahu, silakan search di google aja, pasti muncul kok.

Tahun 2014 lalu, KTP reguler saya dengan NIK kepala 09 sudah habis masa berlaku. Dan untuk memperpanjang, akhirnya saya sekaligus melakukan perekaman e-KTP.

Saya waktu itu difoto, dan juga kalau tidak salah, direkam sidik jari juga. Meskipun perekaman e-KTP sudah dilakukan, saya masih mendapatkan KTP model lama.

Namun, saya sudah mendapakan Nomor Induk Kependudukan yang baru. Sudah kepala 3.

Setelah mengetahui ada instruksi dari kementrian dalam negeri, saya berpikir, saya harus melakukan perekaman e-ktp. Nah, kemudian saya tanya sana sini, saya tidak perlu melakukan perekaman e-KTP lagi.

KTP saya juga sudah menghilang entah ke mana. Tapi karena saya bisa mengecek di PTPSP Kantor Walikota Jakarta Utara, saya melakukan pengecekan hari ini.

Setelah dilakukan pengecekan, data saya tidak ada. Naaah lhooo…. Bingung saya. Kok udah rekam e-KTP data saya masih tertinggal. Mampus nggak lo!

Dan saya akhirnya harus ke kelurahan. Saya bingung juga kenapa data saya tidak ada. Ya mungkin saya harus ngerekam e-KTP lagi. Ya nasib dah. Galau deh!

baca selengkapnya
Curahan Hati

Salah Akun Admin Google Apps

admin console

Bego kok dipiara. Mungkin ini yang bis menggambarkan saya sepekan terakhir ini. Pekan lalu, tgl saya meng setup akun google apps untuk akun bacirita.id saya. 

Prosedur saya ikuti dengan seksama. Dan tibalah saatnya login. Tapi pas login, lah kok admin console nya nggak muncul. Oke eug pikir mungkin karena baru setup sama belom rubah mx record di cpanel, ya wajar keleuss kalo admin consolenya nggak muncul.

Setelah mx record saya rubah seusai permintaan google, saya kembali login. Lah kok sami mawon podo wae. Tapi, karena google bilang butuh waktu 24 jam. Ya no problem lah. 

Selewat 24 jam coba login lagi. Tak ada yang berubah. Admin console tak muncul. Nyebelin tingkat kelurahan nih.

Lewat 3 hari masih sama. Saya mulai angkat tangan. Mulai nyerah.

Tanggal 2 Agustus saya setup google apps untuk tommybernadus.id. Nah, kali ini berhasil masuk admin console. Bimgung saya. Langsung bisa verifikasi dan nongol admin consolenya.

Kok yang bacirita.id nggak bisa yaaaa….

Singkat cerita, ternyata saya yang begok. Bodoh!! 

Lah gimana bisa nongol admin console nya kalo login bukan pake akun admin. Duuuh. Ternyata saya login pake info@bacirita.id sementara akun admin itu tommy@bacirita.id. Selama ini saya kebalik rupanya. 

Duuuh begooo kok dipiara

baca selengkapnya
Curahan Hati

Wadoh, Artha Gading XXI Direnovasi….. 

artha gading

Sedari tadi siang, di kantor, saya udah niat mau ke Mall Artha Gading. Ngapain? Ya maunke Gramedia, beli notes kecil yang bisa masuk saku. Selain itu ya mau nonton ice age atau film jacky chan terbaru (lali judul e).
Sebelum nonton, wajib hukumnya bagi saya, untuk ngecek jadwal film. Lewat aplikasi mata2 di gadget saya.

Tapi ada keanehan muncul. Di gadget saya, jadwal film di Artha Gading XXI nggak muncul. Saya pikir mungkin lagi nggak konek nih.

Karena di aplikasi nggak muncul, saya buka di 21cineplex.com. Ternyata sama! Gak muncul juga. Saya pikir mungkin masih error websitenya.

Akhirnya pulang dari kantor. Setelah ngos2an jalan kaki ke halte transjakarta dan turun dari transjakarta masih jalan kaki juga ke artha gading, saya ke gramedia.

Kelar transaksi beli notes kecil yang udah saya incer, saya naik ke lantai 5 bioskop.

Jreng! Kaget bukan kepalang. Lah kok ditutupin triplek? 

Perhatian saya tertuju ke selembar kertjas. Artha Gading XXI tengah direnovasi. Dua bulan ditutup sementara.

Kesel bercampur galau. Dua bulan ditutup karena renovasi! Anjir…. Ini kan salah satu bioskop favorit. Murah soalnya. Lagian dekat dari tanjung priok.

Wadoooh….. Masa musti nonton di CGV Blitz atau La Piazza XXI? Tapi ya mau gimenong lagi….

Jakarta, 1 Agustus 2016

baca selengkapnya