close

Opini Gue

Opini Gue

Revolusi Mental Perlu untuk Tingkatkan Produktifitas

tips menciptakan tim kerja yg produktif

Setelah menulis terkait revolusi mental terkait dengan bidang entrepreneurship atau kewirausahaan, keuangan dan travelling atau perjalanan, kalau kita bicara soal revolusi mental, ada satu hal lagi yang sangat penting. Revolusi mental untuk meningkatkan produktifitas.

Yeps, kita memang perlu meningkatkan produktifitas kita, yang berguna bagi diri kita sendiri, dan profesi kita maupun tempat kita bekerja mencari rezeki. Ya caranya dengan merevolusi mental kita yang terkait dengan produktifitas. Apa aja yang perlu dilakukan? Saya ambil beberapa hal dari berbagai sumber ya. Yang penting-penting saja.

Yang pertama, adalah “think outside the box”. Berpikir di luar kotak. Apa sih itu? Kita harus berpikir di luar kebiasaan kita dan jangan membatasinya dengan yang sudah kita biasakan. Kita juga harus bangun kebiasaan yang produktif. Ada juga yang unik. Kita hilangkan gangguan yang bisa mengganggu produktifitas kita. Kalau kita sedang bekerja, dan tidak ingin diganggu, silakan tulis “jangan diganggu” dan ditempel. Melakukan olahraga yang teratur merupakan bagian dari peningkatan produktifitas. Malas olahraga? Revolusi mental kamu supaya rajin berolahraga. Nah cukup ini saja ya? Kalau kebanyakan nanti kepanjangan tulisan ini!

dari berbagai sumber

baca selengkapnya
Opini Gue

Membedakan Kebutuhan dan Keinginan, Bagian dari Revolusi Mental Keuangan

kebutuhan-versus-keinginan

Presiden Joko Widodo, atau yang akrab disebut dengan Jokowi, tahun 2014 lalu memperkenalkan revolusi mental. Mengapa perlu revolusi mental? Seperti dikutip dari revolusimental.go.id, survey mengungkapkan bahwa untuk hal-hal buruk, untuk Indonesia angkanya selalu tinggi. Wah! Perlu revolusi mental kalau gitu dong!

Revolusi mental ini sendiri, menurut situs yang sudah saya sebutkan tadi, adalah gerakan sosial untuk bersama-sama menuju Indonesia yang lebih baik. Siapa saja penggerak revolusi mental ini? Bukan hanya pemerintah saja. Namun Kita juga menjadi penggerak revolusi mental. Bener bingits! Kita juga merupakan penggerak revolusi mental. Namun, kita juga harus merevolusi mental kita termasuk di bidang keuangan.

Keuangan memang bagian penting dalam keseharian kita. Bukan berarti kita menghamba uang, namun, kita juga perlu untuk merevolusi mental kita dalam hal keuangan bukan? Apa yang bisa kita lakukan? Yang terutama adalah perencanaan keuangan. Membeli sesuatu juga perlu perencanaan kan? Saya kerap melakukan hal ini, dan ternyata sangat bermanfaat. Revolusi mental yang penting juga dalam bidang keuangan adalah membedakan antara kebutuhan dan keinginan. terkadang kita mendahulukan keinginan kita bukan kebutuhan kita. Misalnya, pembelian ponsel. Kita menginginkan ponsel canggih dan mahal, padahal kebutuhan kita, yang cukup-cukup saja. Begitu juga dengan hal lainnya. Yuk kita revolusi mental kita di bidang keuangan.

baca selengkapnya
Opini Gue

Revolusi Mental Traveller Juga Perlu!

terumbu karang raja ampat yang dicoret

Revolusi Mental? Hmmm…. Iya Revolusi mental ini memang tengah digaung-gaungkan di seantero nusantara. Mengapa perlu revolusi mental? Seperti yang saya kutip dari situs revolusi mental, berdasar survei internasional untuk hal yang baik, angka untuk Indonesia cenderung rendah. Sebaliknya, untuk hal yang buruk cenderung tinggi.

Wah menarik dong ini! Memang kita perlu revolusi mental. Nah berdasar situs ini, revolusi mental haruslah dilakukan lintas sektoral. Berarti bukan cuma satu sektor saja bukan. Okeh, sebagai salah satu sektor, tentunya pariwisata. Nah sebagai traveller atau orang yang suka bepergian, tentu kita harus merevolusi mental traveller kita.

Apa yang perlu direvolusi? Mental seorang traveller tidak boleh manja dan harus benar-benar jadi mandiri. Tidak boleh bergantung kepada orang lain, kalau perlu travelling sendirian saja! Why not! Sebagai traveller juga yang perlu direvolusi mental adalah kita harus menjaga tempat yang menjadi tujuan kita. Jangan sampai kejadian di raja ampat dimana wisatawan atau traveler merusak terumbu karang dengan menulis nama di terumbu karang. Jangan buang sampah sembarangan di lokasi wisata juga bagian dari revolusi mental kita. Tidak salah kan kalau kita merevolusi mental kita sendiri dan menginspirasi orang untuk merevolusi mental mereka?

baca selengkapnya
Opini Gue

Usaha Wisata Alternatif di Kepulauan Seribu Ini, Bisa Dikembangkan

camping d kep seribu 1

Secara spesifik, di blog saya sebelumnya, saya sudah mengulas salah satu peluang usaha yang menjadi alternatif untuk dikembangkan di Kepulauan Seribu. Itu adalah Paket Wisata “Private Tour” ke beberapa atau lebih dari satu pulau di Kepulauan Seribu.

Sebenarnya, masih ada beberapa usaha wisata alternatif lainnya yang bisa dikembangkan, karena bagi saya berpetualang ke Kepulauan Seribu bukan hanya melulu soal berenang di pantai, snorkeling, menyelam atau diving, banana boat, atau aktivitas berunsur pantai.

Dalam kacamata pribadi saya, yang banyak berpetualang ke Kepulauan Seribu, ada beberapa hal unik yang bisa dijadikan paket wisata alternatif. Saya rangkumkan dan berikan gambaran singkat Anda.

1. Private Tour ke Beberapa Pulau

Bagi saya, wisata ini akan sangat seru. Kenapa seru? Karena kita akan bisa menikmati bukan hanya satu pulau saja di Kepulauan Seribu. Tapi beberapa pulau. Ya Island Hopping atau meloncat dari satu pulau dari satu pulau ke pulau yang lain.

Paket wisata ini bisa one day trip atau dalam satu hari saja, dan bisa juga dengan menginap.

Saya memberikan contoh, semisal kita bisa berwisata ke Pulau Pari dengan Pantai Pasir Perawan, Pulau Tidung dengan Jembatan cinta dan juga ke Pulau Rambut yang terkenal karena menjadi tempat singgah burung yang bermigrasi.

Kita juga bisa mengeksplorasi Pulau Onrust, Khayangan dan Kelor serta Bidadari yang banyak jejak sejarahnya.

Kalau ke Kepulauan Seribu Utara, juga banyak pulau cantik dengan pasir yang bisa kita datangi seperti Pulau Sepa, Perak, Bira Besar, Papa Theo dan masih banyak pulau lainnya.

Paket ini Private? Ya! Karena kita menggunakan kapal carteran atau sewaan. Tidak memungkinkan memakai kapal transportasi reguler dengan jadwal yang sangat terbatas.
2. Berkemah di Pantai
Berkemah di Pantai baik di Pulau yang ada penduduknya seperti Pulau Pari dan pulau yang tidak berpenduduk seperti Pulau Perak dan Pulau Semak Daun ini banyak dilakoni hanya oleh segelintir orang saja.

Mereka bisa saja komunitas, bisa saja teman satu sekolah, teman sepermainan. Istilahnya ini belum dibisniskan. Padahal berkemah di pinggir pantai apalagi di Pulau yang sepi dari penduduk, bisa membuat kita mengusir kepenatan dan menyepi bersama teman-teman kita.

Kita bisa menggarap bisnis ini dan menjual kepada komunitas, pelajar atau mungkin yang berjiwa petualang. Asli ini sangat menarik. Dan belum digarap.

sumber foto : https://idws.id/asset/kcfinder/upload/files/ptb%20sd.jpg

3. Cast Away camping
Ini sebenarnya lebih spesifik dari Nomer Dua tadi. Mengapa lebih spesifik, karena camping ini lebih ke pulau yang sepi dan kita seakan terasing di pulau ini.

Kita terasing dan asik dengan teman-teman kita. Bakar ikan dari hasil pancingan kita, tidur di alam bebas tanpa tenda misalnya dengan bermodalkan hanya sleeping bag saja di pinggir pantai.

Istilahnya kita benar-benar menikmati alam pantai dan laut. APi unggun di pinggir pantai dengan teman-teman tanpa penerangan listrik melihat bintang-bintang bukankah seru?

Kita bisa menjual paket ini setelah melakukan perhitungan lho. Nanti saya akan bahas dalam satu blog tersediri.

4. Jelajah Kuliner Kepulauan Seribu
Siapa bilang Kepulauan Seribu tidak punya kuliner enak. Ada sate gepuk di Pulau Pramuka dan Panggang, ada juga sate Odol di Pulau Tidung. Ada banyak lagi makanan khas.

Ada juga pindang kuning di Pulau Pari dan Lancang yang enak. Pesmol khas Kepulauan Serbu di Pulau Pramuka. Kita bisa menikmati masakan khas ikan teri dan rajungan di Pulau Lancang.

Pernah dengar udang pengko yang nikmat? Kita bisa mencarinya di Kepulauan Seribu lho.

Sate Gepuk
sumber foto : http://beritapulauseribu.com/bpsc/foto_berita/18sate_gepuk__14_.jpg

Jelajah Kuliner seperti ini bisa kita garap sebagai usaha wisata. Dengan mengacu pada nomer satu, tur yang privat, kita bisa memberikan pilihan. Mau jelajah kuliner atau island hopping.

Udah empat ide usaha wisata alternatif? Sebenarnya ada beberapa lagi lho. Tapi sayang kan kalau saya beberkan semua ide-ide ini.

Mau tanya-tanya ke saya? Silakan memberikan komentar di kolom komen.Saya akan menjawab semampu saya.

Tulisan ini disumbangkan untuk menjadi artikel di jadimadiri.org

baca selengkapnya
Opini Gue

Private Tour Ke Lebih Dari Satu Pulau, Usaha Wisata Bisa Dikembangkan di Kepulauan Seribu

pulau kelor

Kita sudah pasti tahu lah wisata Kepulauan Seribu sekarang ini tengah “booming”. Kunjungan ke Kepulauan Seribu di akhir pekan angkanya bisa mencapai ribuan dan puluhan ribu.

Destinasinya? Yang tengah jadi tujuan utama saat ini adalah Pulau Tidung dengan Jembatan Cintanya dan Pulau Pari dengan Pantai Pasir Perawannya.

Tapi, usaha wisata di Kepulauan Seribu ini dalam pandangan saya, masihlah cenderung sama. Belum ada hal-hal yang baru. Yang menjadi usaha saat ini adalah wisata ke salah satu pulau, menginap, snorkeling, banana boat dan lainnya.

Ada wisata yang menurut saya, dan akan saya kembangkan dalam satu tahun ke depan nantinya. Tidak salah kan kalau saya berbagi ide melalui tulisan ini?

Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, wisata yang ada di Kepulauan Seribu saat ini didominasi oleh Wisata dengan Tujuan satu Pulau saja. Misalnya Paket wisata ke Pulau Tidung, Pulau Pari, Pramuka atau Pulau Lainnya seperti Harapan atau Kelapa. Pulau – pulau tersebut, merupakan pulau Pemukiman yang banyak homestay.

Bagi saya kecenderungannya, wisatawan hanya akan berpindah-pindah Pulau. Satu saat mereka akan bosan atau mungkin akan kembali dalam rentang waktu yang cukup lama.

Ada satu ide yang tengah saya kembangkan, dan saya tuliskan di blog saya, dan semoga bisa menginspirasi teman-teman yang lain. Ide ini adalah wisata explore kepulauan seribu. Atau menjelajah Kepulauan Seribu.

Wisatawan tidak hanya akan berwisata ke salah satu pulau tujuan utama seperti Pulau Tidung, Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pramuka atau Pulau lainnya. Tapi akan ke tiga pulau dalam satu paket wisata tersebut.

Bagaimana modelnya?

Modelnya adalah private tour. Berangkat dengan kapal sendiri (bukan kapal transportasi umum seperti yang ada sekarang), tetapi dengan kapal carteran. Apa kelebihannya?

Kelebihan dari menggunakan kapal carteran ini adalah,  kita bisa berangkat tidak sesuai dengan jadwal kapal pada umumnya. Kapal reguler ke Kepulauan Seribu ada jam tertentu. Biasanya pagi jam 7 atau jam 8 dan siang jam 12 atau 14. Dengan kapal carteran kita bisa menentukan sendiri waktu keberangkatannya. Misalnya jam 10.00.

Dengan kapal carteran atau kapal yang lebih private ini, kita juga bisa berkunjung ke Pulau Untung Jawa, Pulau Pari dan Pulau Tidung. Lebih leluasa bukan? Dan kita tidak hanya melihat satu pulau saja.

Kita juga bisa mengeksplor atau menjelajahi Pulau Cagar Budaya seperti Pulau Kelor, Pulau Onrust, dan Pulau Kayangan. Ini wisata yang sebenarnya jarang sekali tersentuh oleh pengusaha wisata.

Bagaimana bisnisnya?

Okey, saya share tipsnya ya.

Tentukan jumlah peserta tour

Kita bisa menentukan peserta tour dalam wisata ini. Bisa 20 orang dan bisa juga 40 orang. Kenapa hanya 20-40 orang? Biar kita lebih gampang handlenya. Kebetulan saya beberapa kali menjadi tour leader. Kalau orangnya terlalu banyak, akan lebih repot.

Dengan menentukan jumlah peserta tour ini, kita bisa menentukan kapal yang akan kita sewa atau carter. Bisa kapasitas 20 atau  kapasitas 40 orang. Harga kapal carteran ini berbeda-beda sesuai kapasitas dan tujuan kita.

sumber foto :
http://www.redytourpulauseribu.com/wp-content/uploads/2015/10/speedboat-tidung-express2-marina-ancol-pulau-tidung-redytourpulauseribu-com.jpg

Tentukan Pulau Tujuan Wisata

Terkait dengan biaya menyewa kapal untuk private tour, kita harus menentukan pulau-pulau tujuan kita. Agar lebih seru, misalnya kita tour ke tiga pulau. Jangan Cuma satu pulau saja. Rugi soalnya.

Misalnya kalau di wilayah Kepulauan Seribu Selatan, kita bisa ke Pulau Onrust, Pulau Kelor, Untung Jawa, Pari dan Tidung. Kalau di Wilayah Kepulauan Seribu Utara, bisa ke Pulau Pramuka, Semak Daun dan Pulau Harapan, Kelapa, Sepa atau Putri.

Pulau Kelor :
sumber foto :http://2.bp.blogspot.com/-dFrWTVJCHLo/Th5kDZzrdjI/AAAAAAAAAFI/gK4MCAkcCeE/s1600/Kelor.jpg

Tentukan menginap atau one day tour

Nah, untuk private tour ini kita bisa memberikan pilihan. Misalnya kita hanya tur dalam satu hari atau one day tour, atau kita mau menginap. Ini juga akan menentukan harga sewa kapal, dan nantinya biaya tour.

Kalau kita memutuskan menginap, kita akan menginap di Pulau mana. Kalau kita sudah menentukan pulau mana kita menginap, kita akan bisa menentukan biaya tur ini.

Contoh tempat menginap di Pulau Tidung
https://travelwisatapulauseribu.com/wp-content/uploads/2015/12/penginapan-pulau-tidung-3.jpg

Atur Itinerary

Mengatur itinerary atau rencana perjalanan dari paket private tour ini sangatlah penting. Kita akan ke pulau mana saja, dan waktu kita berada di pulau tersebut dan kegiatan-kegiatan selama kita tour akan sangat menentukan.

Kalau kita bisa mengatur secara efisian, kita pasti akan lebih seru dan menikmati pulau-pulau lain dengan waktu yang cukup.

Hitung Biaya

Setelah semua ditentukan, kita kemudian menghitung biaya. Yang pertama biaya sewa kapal, ditambah biaya menginap di homestay, dan biaya makan selama beberapa program tour. Ini unsur yang terpenting.

Biaya tambahan lainnya adalah misalnya untuk tour guide, atau snorkel guide, sewa sepeda di Pulau menginap dan biaya lainnya. Setelah ditentukan, baru kemudian kita membagi biaya tersebut dengan jumlah peserta tour. Kita juga harus menentukan profit kita berapa sebelum menghitung harga paket tour.

Misalnya biaya total yang kita dapatkan adalah Rp 10.000.000. Kalau kita membaginya dengan 20 orang berarti paket tournya adalah Rp 500.000.  Kalau misalnya 40 orang, berarti 250.000. Ini hanya pengandaian saja, bukan harga pasti ya. Sebelum menentukan biaya tentunya kita harus survey dahulu untuk menentukan.

Sudah dapat harga paketnya? Kita bisa menjualnya baik untuk perseorangan, komunitas ataupun ke perusahaan atau perkantoran untuk outting. Untuk perseorangan, kita bisa menjualnya dan untuk memulai tur ini kalau sudah memenuhi peserta tour.

Menjual paket ini bisa lewat situs web yang menjual paket, lewat media sosial dan cara-cara penjualan lainnya.

Tertarik untuk mencobanya? Silakan comment atau tanya-tanya lewat comment yaa!

Tulisan ini disumbangkan untuk menjadi artikel di jadimandiri.org

baca selengkapnya
Opini Gue

Food Blog, Menurut Saya

A young woman using a Laptop while cooking.

Di kalangan blogger, yang ngetrend belakangan ini ada satu tipe blog. Sebenarnya mungkin sudah lama, tapi ini juga aslinya masih baru. Apa itu? Food Blog!

Di blog saya ini, saya ini pengen sedikit membahas food blog ini dalam kacamata pribadi atau pandangan pribadi.

Food blog ini sudah jelas atau sudah pasti tentang makanan. Dari namanya saja sudah food blog. Apa yang harus kita tulis? Ya soal makanan.

Nah makanan ini sudah tentu soal makanan yang kita makan. Misalnya nasi goreng. Kalau kita menemukan nasi goreng enak, atau mie goreng enak, silakan kita tulis. Tidak ada yang melarang.

Pokoknya segala sesuatu tentang makanan yang kita makan dong. Harus makan berat? Tidak juga. Kita bisa juga menulis soal makanan ringan seperti roti, kudapan dan lainnya.

Tidak hanya itu, kita juga bisa menulis resep makanan di food blog kita. Tapi, diusahakan yang jarang-jarang ditulis orang. Nanti jadi nggak khas.

Tapi eits, tunggu dulu. Musti melulu soal makanan? Soal resep? Tidak juga.

Food blog ini bisa juga kita bahas tentang tempat makan, semisal cafe atau resto, atau street food. Untuk memudahkan memahaminya, street food ini pedagang kaki lima.

Kita juga bisa membahas sejarah makanan tersebut. Setiap makanan ada sejarah tersendirinya. Semisal sayur asem, itu ada sejarahnya.

Di food blog juga, kita bisa bercerita asal muasal makanan tersebut sebenarnya dari mana. Kita bisa menggabungkan berbagai tulisan, atau kalau kata teman “mengoplos” tulisan.

Tinggal kita search di google sumbernya, atau perpustakaan kalau ada literaturnya. Kemudian kita re-write. Ingat ditulis kembali bukan copy paste ya.

Selamat menjadi food blogger!

Akan ada tulisan lain soal food blog ini dari saya lho!

baca selengkapnya
Opini Gue

Bikin Status Panjang, atau Blog?

facebook

Sebagian besar dari kita, tentunya memiliki akun di social media, terutama facebook. Jarang sekali orang sekarang ini yang tidak memiliki akun facebook.

Nah, kalau kita punya akun facebook, mungkin kita sering melihat orang yang bercerita panjang, atau mungkin kita sendiri yang membuat cerita panjang, atau status yang panjang.

Misalnya, lebih dari 20 kata, atau lebih dari satu alinea. Pasti pernah melihat kan?

Status panjang ini, bukan hanya di facebook saja, namun di path juga.

Dua media sosial ini memang memberikan fasilitas menulis status yang panjang. Saya tidak tahu persis, berapa karakter yang dibatasi.

Oke pertanyaannya adalah : Pilih Nulis Status yang panjang di media sosial atau nge-blog? Ini pertanyaan menarik.

Dalam kacamata pribadi saya, saya sih lebih senang nge-blog, dibandingkan dengan menulis status panjang di facebook.

Pertama, kalau kita menulis status panjang di facebook, kasihan teman kita, Dia harus scroll beberapa kali, untuk melihat timeline facebook, sebelum dia menemukan postingan yang lain.

Postingan kita yang panjang, akan mungkin memenuhi satu layar ponsel atau tablet orang lain. Apalagi kalau sampai curhat panjang lebar di postingan facebook. Rempong kan?

Kedua, kalau status kita yang panjang itu sudah dikomentari, nanti akan semacam terpotong gitu. Untuk membacanya, kita harus mentap, klik yang bertuliskan “continue reading” atau “see more”. Akhirnya, tidak terbaca sama orang kan kalau dia malas tap atau klik di “see more” itu? Ya kecuali orang itu Kepo.

Ketiga, kalau postingan di facebook itu, lama kelamaan akan makin turun ke bawah. Apalagi kalau postingan itu akan kalah dengan postingan orang lain. Lama kelamaan akan tidak muncul di timeline.

Kalau orang mau melihat postingan itu, dia harus ke profile page facebook kita. Dan dia harus scroll ke bawah kan? Kalau postingan kita yang ngalay sih, ya nggak apa-apa.

Tapi kalau misalnya postingan kita berguna? Dia mau search jadi repot kan?

Postingan kita di facebook pun, biasanya niiih, biasayaaaa… sulit dicari di google. Dan kalaupun ada linknya di pencarian di google, orang belum tentu bisa melihat. Apalagi kalau setting privacynya postingan kita tidak bisa dilihat orang lain selain teman kita.

Kalau kita ngeblog, ada satu kelebihan. Blog memang fasilitas untuk kita curhat, cerita apapun, beropini apapun secara panjang lebar. Bebas sob! Mau tulis dua alinea, sampai 100 alinea pun bebas!!

Di blog kita, orang tidak akan melihat postingan orang lain, selain postingan kita di blog. Karena blog memang khusus postingan kita aja. Mau foto, video ataupun artikel ya hanya postingan kita aja.

Kalau kita menulis panjang lebar, di blog kita, orang sudah tahu, konsekuensi membaca blog adalah melihat tulisan yang panjang.

APa yang kita posting di blog, juga bisa disearch orang di google lho. Dan dia tidak perlu repot-repot harus berteman dengan kita untuk melihat blog kita. Cukup klik link dan muncullah blog kita.

Blog lama kita memang lama kelamaan akan tergusur oleh blog yang baru. Tapi, dengan fasilitas search yang ada di blog, orang akan mudah mencari postingan kita. APalagi kalau kita mau memberikan “tag” bagi postingan kita di Blog.

Dan yang pasti, ada satu hal yang bermanfaat. Blog kita kalau banyak dibaca orang, dan blog kita jadi top, bisa menghasilkan uang.

Orang mau memasang iklan di blog kita. Atau bisa pasang iklan google di blog kita. Kita juga bisa dapat undangan jalan-jalan gratis karena rajin menulis travel blog.

Kita juga bisa mendapatkan undangan untuk icip-icip makanan kalau kita rajing posting food blog.

Cerita curhatan kita yang panjang di blog juga satu saat bisa dilirik menjadi script ftv atau mungkin film.

Di facebook? Belum tentu bisa seperti itu.

Jadi, daripada cerita panjang di postingan facebook, mendingan nge-blog atau blogging aja lah!

Blog bisa gratis dan berbayar. Tinggal maunya kita gimana. Dan ini sudah saya tuliskan di blog saya yang lain. Silakan search yaaa…..

baca selengkapnya
Opini Gue

Jasmev, Timses dan Honor

jasmev 2017 id

Awal atau pertengahan Agustus lalu, saya memutuskan untuk mendaftar melalui form di twitter @hariadhi, untuk menjadi salah satu bagian dari Jasmev 2017 (i’ll let you know why I’m taking part of Jasmev on my other blog).

Tak perlu berpikir panjang bagi saya untuk menjadi bagian dari relawan Basuki T. Purnama, di Jasmev 2017 ini. Dan to be honest, saya senang menjadi bagian dari Jasmev 2017 ini. Mungkin berlebihan kalau saya mengatakan saya bangga, tapi ya memang itu kenyataannya.

Karena saya sudah menjadi bagian dari Jasmev 2017 ini, saya sempat menceritakan ke beberapa teman, baik melalui chat, status di media sosial maupun cerita langsung.

Dan yang menarik adalah, respons nya mereka. Mereka mengatakan saya adalah Timses atau Tim Sukses.

Actually, Jasmev atau Jakarta Ahok Sosial Media Volunteer ini, bisa dikatakan tim sukses dan tidak. Kenapa?

Jadi begini, kalau tim sukses memang untuk membuat Basuki T Purnama atau Ahok terpilih kembali menjadi Tim Sukses, Jasmev ini, dalam pandangan pribadi saya, betul memang tim sukses atau Timses.

Tapi begini, biasanya, Tim Sukses ini, semacam tim khusus yang dibentuk oleh misalnya partai Pendukung, ataupun oleh Calon, yang dalam hal ini, Ahok.

Tapi Jasmev 2017 ini berbeda. Kami memang ingin menjadi relawan, mendukung Ahok, melalui Media Sosial. Tugas kami, silakan baca di blog saya soal Jasmev ini. Jadi, kalau dibilang timses dari sisi ini, tentu kami bukan Timses.

Kalau orang yang di Jasmev ini masuk di timses, ya itu secara personal mereka. Dan menurut pandangan pribadi saya, ya Jasmev ini, bukan timses.

Selain itu juga, ada satu hal yang menggelitik, ketika teman mengatakan bahwa ada honor ya? Nah, ini menarik.

Saya mengatakan kepada teman saya, soal honor, jujur kami tidak mendapat. Kami ini relawan. Yang tanpa dibayar, kami mendukung Ahok. Ini hal penting bagi saya untuk dijelaskan.

Menjadi Jasmev juga bukan berarti kami harus full time work. Nggak! Sekali lagi Nggak!! Kami hanya menyisihkan waktu, atau kalau ada waktu luang, melalui social media, menshare hal-hal yang baik tentang Ahok.

Yang saya tahu, timses itu, memang “mungkin” ada honor, atau mendapat uang, atau mungkin mengeluarkan uang. Saya tidak menghakimi bahwa timses itu terima uang, tapi yang saya tahu memang seperti itu.

Jadi, kalau bicara dari sisi honor, kami ini bukan timses dong. He he he….

Gitu aja kan?

baca selengkapnya
Opini Gue

Banjir Kemang dan Penanganan Banjir yang Berbeda

sejumlah-kendaraan-terjebak-banjir-di-kemang-iq88MBiZIf

Sabtu 27 Agustus kemarin, media baik konvensional maupun media sosial, riuh dengan banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Tapi yang sangat menyedot perhatian publik, atau netizen, adalah banjir yang terjadi di kawasan Kemang, yang menenggelamkan mobil, dan menjebak orang.

“Perang Siber” atau “Cyber War” di media sosial, tidak terhindarkan. Dari yang membeberkan data, hingga saling serang antara yang katanya Ahokers dan haters.

Bicara soal banjir yang terjadi ini, ini diluar dugaan sebenarnya. Biasanya banjir terjadi di awal tahun, bulan Februari atau Januari, kali ini terjadi di bulan Agustus.

Jujur saja, ini diluar prediksi, karena terjadi bukan di bulan banjir biasa terjadi. Perubahan iklim atau cuaca, membuat Bulan Agustus yang biasanya panas, tiba-tiba sering hujan. Di luar hal biasa.

Oke, kembali soal ke banjir Kemang ini, kenapa tiba-tiba menjadi perhatian, dalam pandangan pribadi saya, karena yang pertama ini terjadi di wilayah elit. Siapa yang tidak tahu Kemang sih? Daerah perumahan mewah dan juga kongkow yang mid up class.

Yang ke dua, wilayah lain yang langganan banjir, tidak banjir. Biasanya perhatian banjir tiba-tiba nggak banjir. Misalnya, Kelapa Gading, Sunter, Tanjung Priok atau daerah Gunung Sahari, Grogol dan lainnya yang langganan banjir. Memang di wilayah ini, curah hujan tidak tinggi. Ketika heboh hujan deras di Kemang dan Banjir, di Tanjung Priok dan Kelapa Gading, gerimis saja.

Jadi intinya, perhatian jadi tertuju ke kemang. Foto-foto Banjir di kemang bertebaran di media sosial semacam twitter yang memang riuh. Ditambah pula dengan statement Ahok terkait Kemang yang banyak rumah di Daerah Aliran Sungai. (Silakan googling soal ini).

Oke itu soal banjir Kemang.

Nah yang saya lihat berbeda terkait banjir Kemang ini, adalah handlingnya. Atau kata lain, penanganannya.

Kalau biasanya banjir ini ada pada evakuasi korban banjir, baik yang rumahnya terkena banjir, ataupun yang terjebak karena banjir, kali ini lain.

Pasukan orange turun, begitu juga dengan mobil pompa penyedot air. Jadi bukan hanya semata-mata pada korban banjir. Tapi yang diperhatikan adalah bagaimana banjir cepat surut. Kalau ada saluran air mampet, segera dibersihkan.

Air juga dipompa, dan diarahkan ke kali yang lebih besar. Tapi sekali lagi, yang perlu diperhatikan adalah, penanganannya bukan hanya masalah pengungsi atau korban banjir, tapi bagaimana agar cepat surut. Tim biru dari Dinas Tata Air dan Suku Dinas Tata Air yang melakukannya.

Ahok pun berani sesumbar. Dalam hitungan jam, banjir surut. Tidak perlu menunggu berhari-hari. Saya rasa, Ahok berani sesumbar ini, karena penanganan banjir dan upaya yang sudah dilakukan sebelumnya.

Sistem drainase yang sudah diperbaiki. Saluran air yang banyak yang sudah direfungsi, dengan dikeruk, atau diperlebar dan upaya lainnya. Jadi banjir cepat surut.

Ini yang saya alami awal tahun di Sunter. Air sempat naik, tapi dalam hitungan jam, sudah surut. Tidak seperti yang sebelumnya.

Setidaknya, upaya yang dilakukan, baik masalah penanganan pengungsi yang cepat tanggap, sampai penanganan banjir agar cepat surut, sudah lebih baik. Ini yang saya lihat.

baca selengkapnya
Opini Gue

Dilema Rio

img_2789

 

Rabu 10 Agustus kemarin, Manor Racing mengumumkan bahwa Rio Haryanto, tidak diperpanjang sebagai pembalap Manor hingga akhir musim 2016 untuk F1. Keputusan Manor Racing ini diambil karena manajemen Rio tidak membayar sisa tunggakan sekitar 6 atau 7 juta Euro dari seharusnya 15 juta.

Kalau dikurskan, sisa uang yang harus dibayarkan tersebut, tidak sedikit. Di kisaran 90-100 milyar rupiah. Fantastis bukan?

Nah, terkait nilai tersebut, menggelitik saya untuk menuliskan blog ini.

Pembayaran sebesar 90-100 milyar Rupiah tersebut, tentunya bukan murah. Banyak yang bilang, sayang kalau dana sebanyak itu, dipakai untuk membiayai Rio. Apalagi kalau menggunakan APBN.

Ini ada benarnya juga, karena uang sebanyak itu, kalau dipakai untuk pembinaan atlit olahraga berprestasi, tentunya akan menghasilkan banyak atlit berprestasi seperti bulu tangkis, yang sering membuat nama Indonesia harum.

Dan mungkin juga, akan bisa buat pembinaan cabang olahraga lain. Agar kita, misalnya, bisa menjadi langganan juara umum di SEA Games, atau mendapat medali yang lebih banyak di Asian Games atau Olimpiade.

Atau mungkin lebih baik dana tersebut, dipakai membangun infrastruktur misalnya. Ya akan berapa banyak sekolah, jembatan, fasilitas kesehatan yang dibangun dari dana sebanyak itu?

Di sisi lain, on the other side, kalau tidak didukung, atau mensupport Rio, kapan lagi Indonesia bisa mempunyai pembalap di F1? Meskipun saya bukan seorang fans berat F1, karena saya lebih prefer motoGP, tetaplah kehadiran Rio di F1, membuat saya bangga.

Indonesia secara negara, juga bisa promosi lewat ajang F1 ini. Terutama untuk investasi dan pariwisata. F1 ini bergengsi, dan banyak ditonton oleh orang top dan bahkan selebriti dan orang top di dunia sering datang menonton langsung di arena balap.

Dengan kehadiran Rio di F1 bukankah tidak mungkin satu saat FIA bisa melirik Indonesia sebagai tempat F1 kalau melihat antusiasme masyarakat Indonesia di F1 dengan kehadiran Rio?

Dan benar juga apa kata mbak Febry Meuthia, daripada uang APBN buat bancakan para koruptor, mendingan buat support Rio. Mendingan uang pajak buat support Rio dari pada dikorup kan?

Mendukung Rio di F1 ini memang dilematis ya…. Apalagi kalau pakai dana APBN

Ini hanya sekedar blog saya, sifatnya pribadi….

baca selengkapnya
1 2
Page 1 of 2