close

Tekno Blog

Tekno Blog

Ketika Bank Mandiri Menggabungkan Tiga Layanan Perbankan

mandiri online

Layanan perbankan di era modern, internet dan digital ini, bukan hanya layanan di Anjungan Tunai Mandiri, atau ATM, maupun di kantor Bank. Kemajuan teknologi membuat layanan perbankan hadir dengan layanan phone banking, mobile banking dan internet banking.

Ketiga layanan tersebut, sudah menjadi bagian yang sangat penting dari layanan perbankan terutama transaksi keuangan seperti transfer mentransfer, pembayaran berbagai macam tagihan hingga transaksi belanja online.

Namun sayangnya, ketiga layanan perbankan tersebut, masih terpisah-pisah. Kita harus memiliki username atau ID hingga password atau passkey sendiri-sendiri di mobile banking, meskipun kita bisa menyamakannya.

Belum lagi untuk internet banking, kita harus menggunakan token sebagai akses. Jadi kita harus membawa-bawa alat token ini.

Bank Mandiri sepertinya menyadari hal tersebut. Apalagi generasi millenial sekarang ini, tidak mau ribet. Yang simpel atau mudah saja. Tanggal 21 Maret 2017, beberapa hari lalu, Bank Mandiri akhirnya meluncurkan sebuah aplikasi layanan perbankan yang diberi nama Mandiri Online.

Dengan layanan perbankan Mandiri Online, Bank Mandiri menawarkan layanan perbankan berbasis teknologi informasi terkini yang memberikan banyak kemudahan dalam memperoleh informasi tentang seluruh produk perbankan sekaligus melakukan aktivitas transaksi keuangan.‎

‎‎Mandiri Online, menurut Senior EVP Chief Technology Officer Bank Mandiri Joseph Georgino Godong merupakan layanan perbankan online pertama yang bisa diakses sebagai portal dan aplikasi dengan fitur keamanan yang memanfaatkan metode otentikasi terbaru. “Satu akses untuk Mandiri Online Web dan Mandiri Online App,” kata Georgi.

Kelebihan pertama, dari lima kelebihan Mandiri Online ini adalah single access. Meskipun akses bisa melalui portal maupun aplikasi, hanya butuh satu username dan satu password. Kita tidak perlu punya tiga username, atau tiga access name dan password.

Fitur yang dimiliki oleh Mandiri Online ini yang bisa diakses lewat dashboardnya adalah pengguna bisa mengetahui semua produk yang dimiliki seperti tabungan, tabungan rencana, deposito, kartu kredit dan pinjaman, dengan mudah.

Yang gokilnya lagi adalah, kita bisa mengisi kartu e-money melalui ponsel kita, jika ponsel kita memiiliki fitur NFC atau Near Field Communication. Tinggal tempel kartu e-money ke ponsel, kita bisa mengisi e-money kita kapan saja dan di mana saja.

Untuk transaksi online, seperti transfer, belanja online di merchant atau market place juga komplit di aplikasi ini. Ada juga satu layanan yang menurut Georgi ditunggu-tunggu oleh nasabah Mandiri.

Fitur tersebut adalah informasi transaksi tagihan kartu kredit terkini.‎Berbagai informasi marketing dan promosi menarik dari Bank Mandiri juga dapat diperoleh di genggaman nasabah melalui aplikasi ini, seperti informasi diskon merchant, saldo fiestapoin dan info lainnya yang akan lebih bersifat personal sesuai keinginan nasabah.

Seperti yang saya ungkapkan di atas tadi, untuk urusan transaksi lewat internet, kita juga harus membawa access token. Tapi dengan layanan Mandiri Online ini, kita bisa  bisa memilih untuk approval memakai alat token‎ atau via aplikasi (mobile approval). Kalau saya sih sudah pasti akan memilih pakai mobile approval saja.Lebih mudah.

Kalau misalnya kita malas ketuk atau tap layar ponsel untuk semisal mengetahui saldo tabungan atau rekening kita, kita juga bisa memanfaatkan layanan phone banking melalui aplikasi ini. Mesin penjawab akan langsung memberikan informasi jumlah tabungan atau saldo kita.

Dengan sejumlah kelebihan ini, dan digabungkan menjadi satu aplikasi yang bisa diakses melalui portal ataupun aplikasi di ponsel, tentunya nasabah akan semakin dipermudah. Apalagi nasabah belakangan ini sudah lebih suka bertransaksi secara online dibandingkan harus datang ke Bank atau ke ATM.

Jadi, tunggu apa lagi? Kalau sudah jadi nasabah bank mandiri, bisa gunakan layanan ini, dan kalau belum jadi Nasabah, tinggal buka rekening, dan manfaatkan layanan ini.

tulisan ini disumbangkan untuk menjadi artikel di jadimandiri.org

baca selengkapnya
featuredTekno Blog

Sering Bepergian Naik Transportasi Umum? Manfaatkan Google Maps Secara Maksimal

wp-1487657497391.png

 

Kita pasti lah sering bepergian, dari tempat kita tinggal baik rumah, apartemen, maupun kontrakan atau indekos, baik untuk bekerja, pergi berbelanja, sekedar jalan-jalan ataupun bertemu dan berkumpul dengan keluarga atau teman di mall (misalnya) atau di restoran.

Kita bisa bepergian dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun menggunakan transportasi umum. Kalau menggunakan kendaraan pribadi, kita biasanya menggunakan aplikasi waze, lewat mana ataupun aplikasi lainnya semisal google maps.

Google maps ini lebih jarang digunakan dibandingkan dengan waze. Okelah, kita tidak akan membahas hal tersebut. Saya di tulisan ini, akan lebih menekankan pada penggunaan google maps. Bukan saya mau buzzerin google maps ya, tapi saya lebih suka memakai aplikasi ini, karena kalau menggunakan telepon pintar berbasis android, sudah terinstall di dalamnya.

Saya juga tipe orang yang kalau bepergian, dan cukup jauh, lebih memilih menggunakan transportasi umum semisal transjakarta. Ataupun pakai moda transportasi online seperti grab, uber ataupun gojek.

Ketika saya hendak bepergian dengan transjakarta dan saya ingin tahu saya akan menggunakan rute atau koridor berapa ke tujuan saya, saya bisa memakai google maps. Caranya sih sangat mudah.

1. Set titik keberangkatan dan titik tujuan

Mengatur titik keberangkatan dan titik tujuan, tidak melulu kita harus menggunakan kendaraan pribadi sebagai petunjuk arah nantinya. Dengan mengatur titik keberangkatan kita nantinya akan diarahkan oleh google maps untuk transportasi publik yang bisa kita gunakan.

Kita tinggal tap pada menu directions (lihat lingkaran merah pada screen capture di bawah ini) dan kemudian akan muncul menu untuk memasukkan titik keberangkatan dan tujuan kita. Tinggal ketik saja dan akan muncul pilihan.

 

Dalam contoh ini, saya berikan sampel saya berangkat dari Kantor Walikota Jakarta Utara dan menuju ke Mall Mangga Dua. Setelah saya set titik keberangkatan, oleh google maps kemudian diberikan petunjuk untuk naik transportasi umum, karena saya berada di menu transportasi umum.(Lihat icon kecil bergambar bus di bagian atas screen capture di bawah ini).

Kita juga diberikan rekomendasi penggunaan transportasi online. Ada di bawah pilihan transportasi.

2. Pilih moda transportasi yang digunakan
Nah setelah kita memasukan titik keberangkatan dan tujuan kita, akan muncul rute atau koridor transjakarta yang bisa kita gunakan. Kita bisa mentap atau mengetuk pada pilihan tersebut dan voilaaaaa muncul kita bisa naik dari halte mana dan turun di halte mana. Kalau kita perlu berjalan kaki ke halte tersebut, akan diarahkan oleh Google Maps. Ah asik kan?

 

Pilihan moda transportasi online juga akan muncul di google maps kalau kita mengetuk icon kecil bergambar orang palin kanan atas.Lihat screen capture di bawah ini untuk memudahkan.

Setelah kita mengetuk menu tersebut, segera muncul pilihan tiga moda transportasi online yang sekarang ada di Jakarta dan Indonesia. Uber, Gojek dan Grab. Tidak perlu repot pindah-pindah aplikasi di ponsel cerdas kamu kan?

 

Yang asiknya lagi adalah, di menu pilihan transportasi online di Google Maps ini kita ada informasi harganya juga. Jadi semakin bisa kita lihat pilihan harganya.

Kita tinggal swipe layar ke kiri dan kanan akan muncul pilihannya, Baik Uber sepeda motor, maupun mobil, hingga Go-car, Go-Ride, Grab Car dan Grab Bike. Kalau kita sudah cocok dengan harganya, kita tinggal mengetuk pada menu di bagian kanan bawah, dan aplikasi transportasi online akan segera terbuka. Kita tinggal pesan saja. Mudah sekali bukan.

3. Pilihan alternatif
Dua pilihan di atas kalaulah kita menggunakan transportasi transjakarta dan transportasi online.

Kalau misalnya kita merasa ingin naik angkutan umum ke tujuan kita, dari google maps juga ada pilihan lain. Di menu awal google maps, bagian bawah, kita tidak perlu memasukkan titik awal dan tujuan kita. Kita pilih icon transportasi publik dan akan muncul pilihan-pilihan transportasi publik.

 

Yang muncul paling awal adalah rute transjakarta dari titik terdekat posisi kita. Layar kita geser ke sebelah kiri dan akan muncul rute atau trayek berbagai jenis bus.

Kalau kita mengetuk di bagian bawah, di tulisan all departures atau semua keberangkatan, rute atau trayek bus juga akan muncul semakin banyak. Karena saya berada di dekat kantor walikota jakarta utara,pilihannya akan muncul dari walikota Jakarta Utara.

Kalau Anda berada di wilayah lain, pasti rute dari tempat Anda berada akan muncul. Jadi, kita tidak perlu menginstall banyak aplikasi untuk informasi rute atau trayek transportasi umum. Kita bisa cukup menggunakan aplikasi google maps ini saja.

Selain terintegrasi dengan transjakarta dan transportasi online, google maps juga terintegrasi dengan commuter line kok. Dan semoga saja ke depan akan semakin terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.

Selamat menggunakan

Tulisan ini disumbangkan untuk menjadi artikel di jadimandiri.org

baca selengkapnya
featuredTekno Blog

Cara Jitu Menyimpan Foto atau Dokumen Kamu

wp-1487614968721.png

 

Foto-foto, iya, foto-foto sepertinya sudah menjadi bagian penting dari kehidupan kita. Apalagi dengan teknologi foto digital, kita bisa berfoto kapan saja, dimana saja dengan bermodalkan ponsel baik yang murah maupun yang mahal.

Dibandingkan dulu menggunakan kamera yang memakai film seluloid, pengambilan foto terbatas dengan kapasitas 1 roll film. 24 atau 36. Plus ekstra. Itupun masih kita tidak bisa lihat hasilnya sampai dicuci cetak.

Sekarang kita bisa mengambil foto sebanyak kita suka. Hasilnya dilihat dulu, kalau kurang oke, tinggal jeprat jepret lagi.

Hal yang serupa juga dialami dengan dokumen. Semua bisa kita simpan dalam bentuk format. Ketikan ataupun discan dengan scanner. Hasilnya bisa kita simpan dalam flashdisk, memory card, compact disk, DVD, hingga hardisk.

Nah, soal menyimpan ini, kapasitas penyimpanan semakin besar. Hardisk sudah di kapasitas Terrabyte. Micro SD sudah sampai 128 GigaByte. Begitu juga dengan flashdisk. Untuk compact Disc atau DVD tidak banyak.

Semua media penyimpanan itu, memiliki resiko. Bisa rusak, bisa terhapus ataupun yang paling parah, bisa terkena virus dan file rusak. Recovery nya bisa mahal, dan itupun kalau bisa recovery. Kalau tidak? Hilang deh foto-foto dan dokumen kita.

Untuk mem-back up dokumen atau foto kita, dengan kecanggihan teknologi yang mengadirkan online storage, kita bisa menyimpannya dengan beberapa cara. Ini kebiasaan yang saya sudah lakukan ketika saya bekerja di salah satu project organisasi internasional, yang membuat saya harus bisa menyimpan dan membagikan dokumen dengan cara praktis.

Ini yang biasa saya lakukan

1. Gunakan e-mail atau surel
Secara tidak sadar, e-mail atau surat elektronik yang disingkat dengan “surel” bisa menjadi tempat penyimpanan dokumen atau foto kita secara online. Kapasitas penyimpanan di email yang sangat besar menjadi salah satu faktor kenapa saya gemar menyimpan dokumen di surel atau e-mail.

Tujuh tahun lalu, saya harus bepergian ke beberapa daerah dengan membawa dokumen. Meskipun saya memakai laptop dan ada flashdisk, saya tetap khawatir, dokumen bisa rusak. Saya pun memakai strategi mengirim e-mail dari akun e-mail saya ke akun yang sama. Misalnya dari gmail ke gmail atau dari yahoo ke yahoo juga.

Biasanya saya pakai dua akun email. Jadi misalnya saya kirim dari gmail ke yahoo atau sebaliknya. Jadi kalau ada apa-apa dengan gmail, dokumen saya ada di yahoo juga. Dan ternyata ini sangat bermanfaat lho. Ketika teman meminta dokumen urusan pekerjaan, saya tinggal forward dari e-mail saya. Tidak perlu repot-repot attach.

Tinggal mengedit email tanpa menghilangkan attachment, dokumen atau foto terkirim sekalian tersimpan. Asyik kan.

Saya mencontohkan, KTP dan KK saya yang saya scan. Saya kemudian menguploadnya di email. Jadi sewaktu-waktu dibutuhkan, tinggal search di email dan kemudian mengunduh atau download. Beres!

Kalau dokumen seperti KTP dan KK hilang, kita bisa mendownload dan mencetaknya sebagai bentuk copy dokumen. Mengurusnya jadi gampang. Pasti pada tahu kan ya, kalau menyimpan hardcopy itu suka hilang juga? Atau rusak kena air. Kita menyimpan softcopy nya di email akan membuat aman. Syaratnya, jangan sampai lupa password. Kalaupun lupa masih bisa direset kok.

2. Gunakan Cloud atau Online Storage
Cloud atau Online Storage ini sudah banyak. Google ada Google Drive, ada Drop Box dan model agak “jadul” seperti 4 shared bisa kita manfaatkan untuk menyimpan foto atau dokumen kita.

Kapasitas penyimpanan gratis bervariasi. Ada yang sampai 15GB, cuma 5GB dan mungkin lebih kecil. Tapi kalau dokumen kita kecil-kecil, akan sangat banyak kapasitas tersebut. Kecuali kita ingin menyimpan film berkapasitas 1GB. Lagian kalau cuma film dari ponsel, tidak terlalu besar kan?

Penyimpanan online ini banyak yang gratis. Ketika kita memiliki akun google berupa gmail, kita langsung akan dapat penyimpanan di google drive yang bisa kita akses dari mana saja melalui komputer atau ponsel.

Saya sangat menyukai menyimpan dokumen di online storage. Ketika saya mendisain sebuah buku dan mencetaknya, saya menyimpan di google drive. Ketika saya mencetak jarak jauh ke percetakan, saya tinggal memberikan link download hasil disain saya, dan kemudian percetakan tinggal mendownload. Memudahkan pekerjaan bukan? Kita tidak perlu repot-repot membawa flashdisk ke percetakan, atau mengirim compact atau dvd ke sana. Ah, so simple.

3. Media penyimpanan foto online
Pernah tahu dengan flickr? Atau Google Photos yang dulunya Google Picassa? Ini dua media penyimpanan foto yang saya gemari. Saya berhasil menemukan foto-foto tahun 2006 yang saya cari di flickr dan google photos saya.

Karena saya menggunakan ponsel android, foto-foto saya di ponsel android langsung diunggah ke google photos ketika kita terhubung dengan wifi. Kalau flickr kita harus mengunggahnya.

Foto-foto kita akan aman di dua media ini. Kita tidak perlu khawatir akan rusak file nya, atau hilang. Kecuali kita dengan sengaja menghapus foto-foto di media penyimpanan ini.

Pencarian foto di google photos juga sangat mudah. Kalau di ponsel kita menghidupkan geo tagging, ketika foto tersimpan di google photos kita tinggal mencari dengan mengetikkan nama daerah tempat foto kita diambil.

Kita juga bisa mencari berdasarkan tanggal. Misalnya kita mengambil foto tersebut tanggal 26 Desember, kita bisa mencarinya dengan mengetikkan tanggal. Begitu mudah bukan?

4. Media Sosial
Foto-foto dan mengunggahnya di media sosial pastilah sudah menjadi bagian dari aktifitas kita. Sekedar share atau pamer itu hal biasa. Tapi mungkin kita tidak sadar, selain share atau pamer di media sosial, kita juga menyimpan foto kita tersebut di media sosial.

Sewaktu-waktu kita bisa download kembali dan mungkin mencetaknya.

Apa kelebihan menyimpan di media sosial? Kapasitasnya yang tidak terbatas. Kita bisa menyimpan foto sebanyak-banyaknya di media sosial. Asik kan?

Sayangnya, kalau kita menyimpan foto di media sosial, akan dicompress. ukuran foto akan menurun, sehingga kalau kita cetak besar, akan pecah gambarnya. Berbeda dengan kalau kita simpan di email, online storage atau media penyimpanan foto online. Ukuran foto tidak akan berubah.

Inilah cara saya menyimpan dokumen atau foto-foto saya. Sekali lagi, saya sudah melakukan hal ini sejak lama. Anda juga bisa melakukannya dan sangat mudah kok.

Selamat mencoba!

Tulisan ini disumbangkan untuk menjadi artikel di jadimandiri.org

baca selengkapnya
featuredTekno Blog

Andromax A, Mumpuni untuk Aplikasi Chat, Tugas Ringan dan Belanja Online

wp-1487268912984.jpg

Sejak diluncurkan tahun lalu (saya nggak tahu persisnya), saya sudah sangat meminati ponsel yang dikeluarkan oleh Smartfren, yaitu Andromax A. Berulang kali saya bolak balik ke toko melihat live demo produk ini.

Namun, keinginan untuk beli, tidak pernah kesampaian. Duitnya kepake buat yang lain dan saya juga keburu dapat pinjaman ponsel xiaomi.

Keinginan memiliki ponsel ini, akhirnya terwujud ketika saya melalui aplikasi kredivo bisa kredit dengan membayar 30 hari setelah membeli barang. Keinginan terwujud.

Setelah barang tiba di tangan saya, saya langsung unboxing dan menyalakan ponsel Andromax A ini. Untuk nomor, saya memakai nomor smartfren lama saya yang sudah aktif dan nomornya masih 11 digit.

Baiklah, saya akan membahas sedikit mengenai ponsel murah meriah ini. Untuk ukuran ponsel 4G, harga 650 ribu (harga resmi, saya beli di bukalapak cuma 550 ribu) sudah murah. Apalagi dibekali dengan processor quad core 1.1 Ghz dan RAM 1 GB.

Untuk membuktikan apakah sesuai dengan yang tertulis di box dan situs smartfren, saya menggunakannya aplikasi CPU-Z, sebuah aplikasi gratis untuk mengecek “dapur pacu” alias “daleman” ponsel.

Ternyata memang sesuai. Processor 1.1 Ghz Quad Core dan RAM 1 GB.


Karena di kosan saya memakai indihome, saya download aplikasi pake wifi. Kebetulan juga smartfren saya belum ada pulsa dan quota. Saya tidak menginstall aplikasi berat di ponsel ini karena saya sadar, secara spek, ya masih kurang.

Lagian saya membeli ponsel ini, sebagai ponsel alternatif dan buat whatsapp terkait urusan pekerjaan.

Yang saya install cukup whatsapp, aplikasi transportasi online dan wordpress, untuk mengunggah foto di situs yang saya kelola serta aplikasi toko online tokopedia dan buka lapak.

Untuk pemakaian whastapp setelah di install, lancar jaya. Tidak ada lag. Pas chatting dengan teman juga okeh punya. Sekali lagi lancar.

Begitu juga ketika saya mencoba aplikasi gojek, grab dan uber. Tidak ada halangan berarti. Masih asik-asik saja. Saya yang sempat install facebook di ponsel ini, tidak melihat adanya hambatan.

Berpindah-pindah aplikasi juga, masih lancar. Swipe kiri kanan asik juga. Multitasking masih yahud.

Yang sedikit kurang adalah, ketika posisi ponsel sedang “sleep” dan ingin dibangunkan dengan memencet tombol power di bagian samping kanan di bawah tombol volume, ada sedikit lag. Tapi tidak terlalu mengganggu. Hanya seper sekian detik saja kok.

Itu dari sisi mesin. Bagaimana dengan layar ponsel ini? Layar Andromax A yang berukuran 4,5 inci, dengan resolusi 480 X 854 pixel dengan kerapatan 217 dpi, sudah enak dipandang. Apalagi ada teknologi SVI ketika kita outdoor, masih terlihat cerah. Sangat baik untuk ukuran ponsel murah meriah begini.

Lanjut ke kamera. Kamera belakang 5 megapixel begitu juga dengan kamera depan untuk video call dan selfie. Untuk ukuran ponsel semurah ini, masih baik. Kita jangan samakan lah dengan kamera ponsel yang mahal diatas dua juta. He he.

Gambar outdoor masih bagus. Indoor? Saya udah malas mencoba. Tahu sama tahu saja lah. We can not count on! NGgak bisa diharapkan.

hasil foto dengan kamera andromax a

Untuk suara, karena saya memakai headset original apple, wah asik didengar. Terima kasih untuk teknologi snapdragon audio+ nya. Syaratnya biar enak, jangan pakai headset bawaan.

Material ponsel ini juga enak dipegang. Layar sudah ditambahi antigores. Sayangnya masih gampang kegores. Mungkin saya akan ganti dengan tempered glass mungkin.

Kapasitas baterai 1950 mAH juga sudah  sangat baik. Kalau jarang-jarang dipakai, bisa nyala lama. Saya dari pagi sampe sore masih cukup kok.

Overall, ponsel murah ini mumpuni untuk media sosial, aplikasi toko online dan chat. Saya tidak mencoba game berat di ponsel ini karena sadar akan kemampuannya. Bagi kamu yang mencari ponsel untuk sekedar Whatsappan, browsing, pesan transportasi online, atau mau berbelanja di online store, sudah sangat cukup.

Kita tidak bisa berharap lebih pada ponsel ini untuk tugas berat. E-mail, blogging, baca berita, sudah sangat cukup. Dan tidak sia-sia saya beli ponsel ini karena menjadi ponsel alternatif yang sangat cukup.

Ini foto2 lainnya ya

baca selengkapnya
Tekno Blog

Kembali Nulis di Kompasiana

img_5981-1

Bicara soal blogging, saya ini sudah menggemari blogging semenjak tahun 2007 lalu. Blog pertama saya ada di blogspot, tommybernadus.blogspot.com. Namun, karena saya ini orangnya moody alias tergantung mood dan angin-anginan, ya blog itu terbengkalai.

Saya juga pernah bikin blog berbasis wordpress namun sama seperti blogpsot, menguap begitu saja. Data bahkan ilang.

Tidak hanya di wordpress. Saya juga ternyata ngeblog di kompasiana. Saya terdaftar sebagai kompasianer dari bulan desember 2008. Sudah delapan tahun jadi kompasianer rupanya. Cuma ya itu, sekali lagi terbengkalai.

Saya juga sudah lupa pakai alamat email apa, dan passwordnya apa. Sampai kemudian saya kembali diingatkan, untuk bisa mengajak orang ke blog saya, tulis di kompasiana, dan berikan link ke blog pribadi.

Saya pun akhirnya mereset password. Awalnya saya pikir, pakai alamat email yang di gmail. Ternyata tidak terdaftar di Kompasiana. Saya akhirnya kemudian mencoba pakai alamat email yang di yahoo. Wah dikirim link dooong untuk reset password. Dan akhirnya, saya berhasil mereset dan masuk kembali ke akun kompasiana.

Saya pun sudah upload dua tulisan, dan salah satu tulisan menjadi artikel pilihan. Wah senangnya saya bisa kembali menulis di kompasiana. Akun saya juga sudah terverifikasi dengan centang hijau. Wah makin senang deh!

baca selengkapnya
featuredTekno Blog

Mengecek Harga Transportasi Online Lewat Google Maps

wp-1480355647131.png

Bisa dibilang, setahun belakangan ini (atau mungkin lebih), transportasi berbasis online atau aplikasi di ponsel cerdas (smartphone) sudah menjadi salah satu pilihan utama.

Harga yang pasti, cara memesan yang mudah dan tidak terlampau mahal (bagi sebagian orang) membuat moda transportasi ini menjadi pilihan. Terutama ojek sepeda motor. Apalagi menggunakan sepeda motor bisa menerjang kemacetan.

Awalnya, yang digandrungi hanya satu penyedia jasa layanan. Seiring berjalannya waktu (gila bahasa eug resmi amat), hadir juga penyedia lainnya. Setidaknya yang ngetop ada tiga untuk transportasi berbasis Aplikasi ini. Gojek, Grab dan Uber.

Nah, untuk bisa pilih-pilih angkutan ini terutama harganya, repotnya kita harus pindah pindah aplikasi. Tapi, kalau kita nggak mau rempong alias repot, ada satu langkah mudah. Ya mudah banget dan sudah saya sering coba.

Kita bisa menggunakan aplikasi google maps. Caranya juga mudah.

Kalau kita pengguna ponsel cerdas, kita tinggal buka aplikasi google maps, kemudian kita pilih atau tap di bagian kanan bawah, atau menu direction. Menu ini untuk mengarahkan kita akan bepergian ke mana.

wp-1480406305462.jpg

lihat yang bertanda merah

Nah setelah itu muncul menu pilihan dari mana keberangkatan kita dan kemana tujuan kita. Kita bisa memasukkan sesuai pilihan kita. Setelah itu di bagian bawahnya, kita bisa memilih jenis transportasi yang akan kita gunakan.

Ada menggunakan kendaraan pribadi (paling kiri), kendaraan umum, jalan kaki dan angkutan berbasis aplikasi online pada bagian paling kanan.

wp-1480355595208.jpg

Kalau kita mengetuk atau “tap” kemudian akan keluar pilihan angkutan berbasis aplikasi. Pilihan ada yang sepeda motor maupun mobil, lengkap dengan harganya.
wp-1480355647131.png
Kalau misalnya kita memilih Gojek, kita tinggal mengetuk atau tap gojek. Ketika kita tap, akan langsung terbuka aplikasi gojek. Hal yang sama berlaku kalau kita memilih Uber atau Grab. Akan langsung diarahkan ke aplikasi Uber atau Grab untuk melakukan pemesanan.

wp-1480355595209.png

 

wp-1480355595212.png

 

wp-1480355595207.png
Tidak perlu repot bukan? Kita tidak perlu repot pindah pindah aplikasi. Kita bisa melihat pilihan harga di google maps, dan pilih mana yang akan kita gunakan.

Selamat Menggunakan

baca selengkapnya
featuredTekno Blog

Memantau Lalu Lintas Lewat Aplikasi “NTMC POLRI TV”

img_5429

Dalam hidup kita, pastilah kita akan melakukan aktifitas di jalan. Baik untuk urusan kerjaan, keluarga hingga urusan pribadi. Ketika berada di perjalanan, pastilah sebagian dari kita akan menggunakan kendaraan pribadi, kita biasanya memonitor situasi lalu lintas lewat radio yang ada di kendaraan kita ataupun lewat gadget.

Lalu lintas juga kita biasanya memonitor lewat social media melalui sejumlah akun twitter, semisal milik Polda Metro Jaya ataupun NTMC Mabes Polri. Begitu juga sejumlah akun radio, ataupun media juga kerap memberikan informasi lewat twitter.

Ketika saya menjadi panitia Rembuk Nasional 2016 di Grand Sahid Jaya, di depan Puri Agung saya melihat ada booth atau stand Mabes Polri. Ketika saya menghampiri, kemudian seorang Polwan Cantik, Bripda Tiara, memberikan informasi kepada saya soal aplikasi yang bisa memantau Lalu Lintas.

“Mas udah install aplikasi NTMC POLRI TV belum? ” tanya Tiara kepada saya. Saya pun bilang, wah ada aplikasinya buat di gadget ya? Selama ini saya memang mengetahui informasi lalu lintas lewat akun twitter NTMC Mabes Polri. Ternyata sudah ada aplikasinya juga.

Mbak Tiara mengatakan, aplikasi ini ada di Playstore maupun Appstore. Karena saya pakai iPad, saya pun bertanya apakah tersedia buat iPad. Karena mbak Tiara bilang tersedia, saya pun langsung membuka appstore dan mencari aplikasi. TERNYATA BENERAN ADA!!

Saya pun menginstall dan setelah itu, Tiara memberikan penjelasan kepada saya. “Tap gambar yang ini ya,” kata Tiara menunjuk icon bergambar televisi.

Setelah itu sejumlah menu terlihat. Wah keren deh. Yang menarik perhatian saya adalah CCTV Live. Di menu ini ketika saya tap dengan dibimbing polwan cantik (duh jadi nggak konsen deh), ada sub menu seperti Metro, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Lampung.

WAW!

Saya bisa melihat situasi lalu lintas secara langsung dari gadget saya dong!! Ini mah keren!!

Tiara bahkan bilang ke saya, untuk CCTV di Jalur Mudik lewat Utara maupun Selatan bisa dilihat juga. Wah-wah waaaah!!!!!!!! Asik nih, kita bisa melihat lalu lintas lewat CCTV di Sejumlah daerah dan juga Jakarta.

Karena aplikasi ini sangat mudah, tidak perlu penjelasan cukup banyak dari Tiara. Saya langsung bisa tap sana sini untuk mengakses CCTV di sejumlah ruas jalan.

Bisa saya katakan aplikasi ini sangat mudah. Tidak perlu ribet untuk buka. Tinggal pilah pilih saja. Kita bisa lihat situasi lalu lintas.

Buat pengendara, sebelum melewati jalur tertentu, bisa buka aplikasi ini. CCTV yang ditampilkan juga 24 jam dan real time. Asik deh.

Kekurangan dari aplikasi ini, ya butuh internet yang cepat aja. Maklum, streaming. Selain itu juga, beberapa CCTV ya suka offline aja. Tapi setidaknya bermanfaat.

Sudah install? Tersedia kok buat gadget berbasis Android atau iOS. Install yukk!!

Untuk screen shot aplikasi ini, bisa dilihat di galeri foto di bawah ini :

baca selengkapnya
Tekno Blog

Tiga Game di iPad Mini 2 Saya

games-sim-city

Tablet yang saya pakai sehari-hari, baik untuk baca dan kirim e-mail, baca berita, browsing, beraktifitas di media sosial, tidak melulu saya pakai untuk kegiatan tadi.

Sebagai manusia, saya juga butuh hiburan. Sisi fun. Memang sih, social media itu terkadang menghibur, tapi ya tidak selamanya menghibur.

Sudah pasti untuk seru-seruan, saya menginstall permainan atau game di tablet saya dong. Nah game yang saya install atau pasang di iPad Mini 2 saya ini cuma tiga.

Game apa saja itu?

Clash of Clans

Saya memainkan dua akun untuk game ini. Jadi ketika berpindah dari satu akun ke akun lainnya, saya harus mengganti nama di game center.

Permainan ini saya suka karena ya dari dulu saya suka permainan strategi perang. Dari jaman Dune, Age of Empire, dan game strategi perang lainnya saya sudah menggemari tipe game ini.

Jadi memang saya memainkan clash of clans. Tapi saya masih terhitung baru. Tapi ya nggak apa-apa lah.

Game play CoC ini bagi saya asik-asik aja meskipun fantasy. Dan saya bergabung dengan Clan Lintingan 04. Mereka teman-teman saya dan sudah saya kenal, jadi di clan asik-asik saja.

Meskipun saya jarang memainkan karena sedikit sibuk, bukan berarti saya tidak main.

My Cafe
Game lainnya yang saya install di iPad Mini 2 saya adalah My Cafe. Game ini sebenarnya hanya manajemen cafe saja. Tapi sama developernya dibumbui story. Ada ceritanya dari pengunjung cafe. Jadi agak lebih seru.

Penyajian makanan dan minuman di my cafe ini juga unik. Tapi, ya karena gameplay nya makin lama makin malesin, saya cenderung bermain game ini.

Sim City Build It
Untuk game ini, memang saya sukai. Ketika masih jaman PC, saya sudah bermain SIm City. Membangun kota. Game ini termasuk game yang saya cari.

Untuk versi iOS dan Android game ini sebenarnya kayak hayday atau township. Tapi gameplay nya membangun kota. Dan bangunan bisa diupgrade dan dibuat macam-macam.

Bisa juga membangun bangunan-bangunan khusus seperti stadion dan lainnya. Ini asik banget. Saya termasuk aktif memainkan permainan ini.

Selain tiga game ini, sejauh ini saya belum menambahkan permainan lainnya. Masih malas daripada dianggurin.

baca selengkapnya
Tekno Blog

Memisahkan Situs Web Pribadi dan Blog

blog

Sampai bulan ini, saya lagi keranjingan bikin blog. Setelah melahirkan bacirita.id dan tommy.my.id, saya menambahkan journal.my.id, bapontar.web.id dan yang terbaru makangsadap.web.id.

Tapi, selain blog saya tadi di atas, ada juga situs pribadi saya, tommybernadus.id.
Mengapa saya memisahkan situs pribadi dan blog saya?

Begini, selama ini orang bikin blog dengan namanya diikuti dengan domain tld .com, net id dan lainnya. Awal-awal saya ngeblog, memang saya membuat blog dengan nama saya memakai tld .com.

Tapi setelah saya pikir, saya lebih baik memisahkan situs pribadi saya dan blog saya, meskipun ya di situs pribadi saya, ada blognya juga, tapi tidak saya utamakan.

Di blog pribadi saya, saya lebih banyak menampilkan saya dan kemampuan atau keahlian saya. Istilahnya, di situs pribadi ini saya jualan. Haha.

Nah untuk blog, kenapa ada banyak? Karena saya lebih ingin blog-blog saya ini disekat. Karena saya suka menulis banyak hal. Saya ingin yang blog walking ke blog saya, bisa membeda-bedakan isi blog atau content blog saya.

Ke depan, saya berharap, bagi yang ingin bikin website pribadi, janganlah menjadi blog. Karena melalui situs pribadi, kita lebih baik “jualan” kemampuan atau kapabilitas kita. Semacam corporate site, tapi ini, pribadi.

Tambahkan blog juga di situs pribadi kita, agar orang bisa membaca pemikiran, atau kegiatan kita juga. Tapi bukan berarti banyak ngeblog di situ ya.

baca selengkapnya
Tekno Blog

Kagok dengan Lock Screen iOS 10

img_4088

Selain merilis seri iPhone terbaru, iPhone 7 dan iPhone 7+, apple juga merilis operating system terbaru mereka, buat di iPod Touch, iPhone dan iPad, yakni iOS 7.

Saya sebagai user iPad 2 mini tentu senang dong. Apalagi dengan sejumlah kelebihan yang ditawarkan. Tanggal 14 September, ketika sudah available di Indonesia, dengan bersemangat saya mendownload dong.

Pastinyaaaa…..

Awalnya ngedownload di kantor. Pake wifi gretongan alias gratisan. Tapi masa harus nunggu tiga jam? Lama beudddhhh…..

Karena kebetulan ada kesempatan ke Mall of Indonesia dan ada Flashzone Seamless, saya yang pake telkomsel, dan paket Gigamax, nggak salah dong pake wifi ini. Bodo amat dah nyedot quota.

Dan ternyata, ngedownloadnya kuenceng boss… hanya butuh kurang dari 10 menit untuk download.

Abis itu update dong.

Karena eug lagi di mall dengan kondisi batre di bawah 20 persen, mau nggak mau ya pake powerbank. Sambil update, sambil ngecharge. Yang pake apple tau lah, kalo dibawah 30 atau 40% batrenya, nggak mau update. Kecuali sambil ngecharge.

Setelah update kurang lebih 20an menit, selesai update. Aseeeek udah iOS 10 dooong. Gayaaaa…..

Namun, ada 1 hal yang bikin kagok dengan iOS 10 ini. Udah nggak ada Slide to Unlock. Preeeeet !!!!

Di layar terkunci, atau lock screen, kalau kita geser ke kanan, akan membuka aplikasi kamera. Geser ke kiri, muncul sejumlah widget yang bisa kita edat edit.

img_4089

Lah kalau mau buka layar yang terkunci? Katanya pencet home key. Wadooooh!! Kan home key saya rusak. Pake assistive touch utk buka deh.

Sumpah ini bikin kagok, karena untuk buka layar, kalo geser malah muncul widget atau kamera. Jadi ya kudu adaptasi lagi.

Nyebelin nggak sih? Tapi ya sudahlah. Cari-cari di setting biar bisa slide to unlock, ya nggak ada. Atau nggak ketemu. Terima nasib aja lah.

Soal fitur lain di iOS, biar blogger lain yang nulis. Mau bahas, tapi ya nggak penting-penting amat.

Jujur aja sih, eug lebih suka dengan model slide to unlock di iPad dibandingkan pencet home. Ribed!!!

baca selengkapnya
1 2
Page 1 of 2