close

Tech Journals

Tech Journals

Akhirnya Bikin Photoblog

pake baju pemadam

Foto? Iya siapa sih nggak suka memfoto atau difoto. Seperti saya. Kalau lihat sesuatu yang bagus, akhirnya saya ambil ponsel, tablet atau kamera dan kemudian mengcapture.

Begitu juga, ketika saya sedang kumpul dengan teman, bertemu orang terkenal (bisa seleb, pejabat atau tokoh), ya nggak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk foto bersama.

Kemudian, foto ini buat apa? Sekedar dokumentasi atau di share? Kalau saya sih biasanya keduanya. Buat dokumentasi dan dishare di socmed juga. Dan saya juga share di blog (lah blog kan socmed juga).

Kalau share di socmed, seperti facebook, atau path dan twitter, instragram serta lainnya, ada satu kelemahan. Lama-lama ya tergusur dengan postingan lainnya. Ini kelemahannya.

Nah, setelah saya punya blog untuk tempat menulis, akhirnya saya juga kepikiran kenapa foto-foto saya, nggak saya bikinkan photoblog? Saya memang bukan fotografer yang canggih atau jago. Tetapi ya saya punya foto, tak salah kalau dibikinkan sebuah web atau blog foto yang kemudian bisa diisi dengan foto-foto saya.

Kalau di blog, ya tidak akan tergusur dengan postingan lain, atau orang lain. Lah punya kita sendiri.

Akhirnya saya putuskan, kemarin hari senin, bikin subdomain foto.bacirita.id, untuk blog foto-foto saya. Tetap untuk CMS nya saya pakai wordpress karena mudah, dan plugin galerinya banyak.

Untuk tema, saya pakai core simple photography. Tema ini memang tema yang simpel untuk galeri foto. Nggak pake ribet. Dan akhirnya jadilah photoblog atau foto blog saya.

Pakai domain sendiri? Nanti aja lah. Kepikiran udah ada sih, tapi untuk budget belom ada. Kalau bisa di subdomain, kenapa nggak subdomain aja. Heheheehe

Jakarta, 23 Agustus 2016

baca selengkapnya
featuredTech Journals

Google for Indonesia, Event yang Keren Sangad!

no thumb

Hari ini, Selasa 9 Agustus saya berkesempatan untuk hadir di acara Google Indonesia. Saya mendapat undangan setelah akun twitter @hwhardana memberikan undangan karena memposting foto di twitter, aplikasi lokal yang saya suka dan mementionnya.

Seusai memberikan data nama, dan alamat email, karena data baru diberikan hari Senin 8 Agustus kemarin, undangan sudah tidak sempat dikirimkan. Namun nama saya Thomas Jan Bernadus sudah diregistrasikan.

Selasa pagi, dengan menggunakan transjakarta, saya meluncur ke Ball Room Ritz Carlton Pacific Place, SCBD Sudirman, Jakarta Selatan. Saya tiba sekitar 08.30, sementara registrasi mulai jam 09.00.

Tapi rupanya, sebelum jam 09.00 saya sudah bisa registrasi. Awalnya saya menyebut nama saya Tommy, tapi tidak ditemukan. Ternyata yang tersimpan Thomas Jan Bernadus.

ID Card tamu/ undangan untuk event ini akhirnya diberikan. Karena acara keynote speech baru dimulai jam 10.00, saya menikmati suguhan teh dan kue.

Sekitar jam 10.00 kami dipersilakan masuk ke Ballroom 2 untuk acara keynote speech. Saya cuma punya akses ke acara ini, kata Eka yang menelepon saya kemarin, untuk konfirmasi undangan.

Acara pun dimulai. Disinilah saya terpana dengan apa yang dilakukan google. Jujur saja, saya ini hanya tahu soal Android, Google Search, Maps dan Youtube, tanpa memahami fitur-fitur yang ada di dalamnya.

Dan di acara inilah diperkenalkan. Mulai dari Google Translate, hingga fitur Akselerator di Youtube. Gimana tidak terpana, kita bisa search dengan voice dan hasil search kita juga ada suaranya lho.

Fitur di google maps, juga semakin keren. Ada ride sharing dengan gojek, uber dan grab. Google Street View nya juga keren. Tidak hanya itu, google translate juga semakin keren. Bisa pakai kamera, kita arahkan ke obyek yang ingin kita translate, dan langsung diterjemahkan. Wow.

Acara keynote speech ini dibuka oleh Tony Keusgen, Managing Director Google Indonesia. Dia menjelaskan mengenai Digital Economy. Saya masih bisa paham apa yang disampaikan meskipun dalam bahasa Inggris.

Dua jam tidak terasa. VP Next Billion Users, VP Search, VP Google Maps, VP Developer dan VP Youtube mempresentasikan dengan audiovisual keren.

Sebelum acara, Eka sempat bilang. Ini event pertama di Indonesia dan kedua di dunia setelah India. Wah kesempatan langka untuk bisa datang ke acara ini. Sangat langka. Dan saya sangat berbahagia bisa datang di event ini.

Untuk cerita tentang fitur aplikasi yang diperkenalkan di acara Google for Indonesia ini, ada di blog saya bacirita.id. Ini hanya sebuah catatan saya saja.

Jakarta 9 Agustus 2016
Saya masih kebayang-bayang event Google for Indonesia yang tadi. Keren sangad!

baca selengkapnya
featuredTech Journals

Akhirnya Bisa Main Pokemon Go

pokemon go twitter

Kayaknya, sudah menjadi kebiasaan setiap bangun pagi (atau bangun kesiangan) abis buka mata, langsung cari gadget, buka twitter dan cari info terbaru.

Setelah scroll-scroll timeline, saya melihat twit dari @detikinet aplikasi pokemon go sudah tersedia di Indonesia.

pokemon go detik

Tak hanya mengecek twit detik, saya juga mengecek di twitnya @pokemonGoApp dan mereka mengumumkan sudah tersedia di 15 negara dan ada sebuah link. Saya tap link itu dan ternyata Indonesia sudah bisa install Pokemon Go langsung dari Appstore atau PlayStore.
pokemon go twitterpokemon go fb
Daaaaan, app ini tersedia juga untuk iPad. Ini yang bikin tambah hepi. Soalnya, gak perlu memaksa app iphone di ipad…. Yuhuuuu.

Kalau sebelumnya ribet mau instal di iPad Mini 2 saya, karena harus pindah-pindah lokasi appstore, dan ini membuat saya malas main pokemon go.

Tak butuh waktu lama, saya langsung menutup aplikasi twitter dan langsung membuka appstore. Langsung tap di search box, ketik pokemon go, dan muncul lah aplikasi pokemon go.

pokemon go app (9)

Setelah menginstall, saya pun langsung registrasi. Dan melakukan perjalanan untuk ke poke stop dan nyari pokemon

Niiih screen capturenya yaaa..

pokemon go app pokemon go app (1) pokemon go app (2) pokemon go app (3) pokemon go app (4) pokemon go app (5) pokemon go app (6) pokemon go app (7) pokemon go app (8)
Yuk kita ngejar pokemon…….

Jakarta, 6 Agustus 2016

baca selengkapnya
Tech Journals

Ternyata Salah Akun di Google Apps

img_2405

Sepekan yang lalu, saya membuat akun google apps untuk web saya, bacirita.id. Ya saya ingin gar email saya, bisa dimanajemen selayaknya gmail.
Setelah setup saya lakukan secara prosedur, ada yang bikin saya geregetan, ketika login, lah admin console nya nggak muncul. Agh sialan.

Oke awalnya saya pikir, mungkin karena belum terverifikasi soal kepemilikian domain. Pikir positif aja lah gitu.

Tapi saya masih panasaran. Coba login lagi. Soalnya kata google, butuh 24 jam untuk verifikasi. Selewat 24 jam, saya login lagi. Kasus sama muncul lagi. Nggak nongol admin console nya.

Lewat 72 jam, saya coba lagi, masih sama. Mulai nyerah deh saya.

Pas hari ini, saya setup lagi untuk tommybernadus.id.

Eh nongol admin consolenya untuk tommybernadus.id. Tapi, pas login ke bacirita.id, ternyataaaaa masih sama.

Agak bingung sedikit sih. Tapi akhirnya pencerahan muncul.

Saya ternyata selama ini login di admin.google.com untuk bacirita.id, pake akun tambahan. Bukan pake akun admin google apps.

Setelah login pake akun admin untuk google apps bacirita.id, bisa nongol admin console nya.

Ternyata saya lalai, lupa dan bodoh. Login kok pake akun yang bukan admin. Duuuh

Jakarta, 2 Agustus 2016

baca selengkapnya
featuredJournalsTech Journals

Blogging : Gratisan atau Self Hosted ?

img_2017-1

Urusan blogging, saya sudah dari tahun 2007 atau 2008 sudah senang ngeblog. Pasang surut mood untuk ngeblog itu bukan sekali saya alami. Kalau lagi ketemu mood bagus, ngeblog lancar jaya.Kalau lagi badmood, mau memulai aja udah susah setengah mampus. But, di tulisan kali ini bukan soal mood ya. Saya udah nulis di catatan harian yang lain.

Blogging ini, ada dua pilihan. Kita bisa gratisan atau pakai punya blogger di blogspot, atau pake wordpress. Awal-awal saya blogging itu saya di gratisan. Ada blogspot, ada wordpress. Sampe saat ini tuh blog masih ada. Bahkan wordpress saya bikin ada dua, termasuk yang baru.

Tapi, seiring perjalanan waktu, saya juga punya blog yang self hosted. Alias hosting dan domain bayar sendiri. Pake nama sendiri trus pake domain dot com. Keren? Ya iyalah.

Nah, enakan mana? Gratisan atau self hosted?
Gratisan

Oke, kalau gratisan, jelas dan sangat jelas tidak bayar. Itu kelebihannya. Selain itu juga, selama kita nggak lupa password, blog kita aman sentosa sejahtera lahir batin. 

Gak perlu khawatir.

Kelemahannya, ya alamat blog kita itu jadi subdomain. Misalnya xxxx.blogspot.co.id atau xxxx.wordpress.com. Bagi saya ini masih agak gimanaaa gitu. Kayak kurang “personal” gitu lah.

Sebenarnya, kita bisa lebih personalkan dengan beli domain sendiri. Tapi, ya bagi yang suka otak atik themes, kurang yahud lah. Kita nggak bisa leluasa. 

Selain itu juga beli domain, cenderung lebih mahal kalau melalui wordpress. Ke blogspot juga ya begitu. Domain juga hanya cenderung untuk mengarahkan aja sih. Misalnya kita beli xxxxxx.com, domain itu hanya sekedar redirecting ke xxxx.wordpress.com dan xxxx.blogspot.com, meskipun tertera tetap nama domain yang kita beli.

Kalau domain itu juga kelupaan kita perpanjang, alamat domain blog kita akan kembali ke subdomain juga. 
Self hosted

Dibandingkan dengan gratisan, blog yang self hosted more personal. Kita bisa pakai domain sendiri, trus sewa hosting server sendiri. Bayar? Sudah jelas. Kita bisa leluasa membeli domain dan menyewa hosting. Tergantung kebutuhan.

Kelemahan yang paling parah kalau self hosted ini, kalau hosting kita lupa perpanjang. Atau tiba-tiba nggak ada uang untuk perpanjang. Maka kehapuslah data blog kita. Udah banyak, eh ilang deh blog nya.

Kejadian ini saya alami bukan sekali. Lebih!! Hehehe

Kalau mau punya blog dengan self hosted ini, kita harus lebih punya perencanaan, dan menyiapkan dana. Jauh-jauh hari sebelum perpanjang, dana kudu alias harus siap. Jangan pake tunggu atau tunda.
Nah, kalian pilih yang mana jadinya? Kalau yanmg penting ngeblog, cukup pake gratisan. Nah kalau mau plus lebih personal atau gegayaan, silakan self hosted.

Belajar dari pengalaman lama, blog saya lebih sering terhapus alias ilang data, saya bikin keduanya. Gratis & self hosted. Kita bisa backup blog kita di blogspot atau wordpress. Gampang kok caranya.
Jakarta, 21 Juli 2016

baca selengkapnya
Tech Journals

Tak Mudah Menjadi “Verified Account”

IMG_1992

Semenjak 19 Juli kemarin, seperti dirilis oleh theverge.com, twitter mulai “membuka diri” agar pengguna nya bisa menjadi “verified account”.

Agar akun twitter kita bisa kayak orang terkenal, baik pejabat sekelas presiden, menteri, maupun selebriti atau pesohor, kita bisa melakukannya sendiri.

Syarat dari twitter, sebenarnya tidak ribet-ribet amat. Yang penting ada foto kita (bukan foto orang lain tentunya), yang bisa diverifikasi mereka, ada bio, header photo, punya website yang link atau (mungkin terkait dengan akun twitter kita), tanggal lahir, nomor ponsel yang terdaftar di mereka, dan akun twitter kita ini tidak digembok, a.k.a “set as public” di twitter setting.

Sampai tahap ini tentunya mudah bagi kita dong syaratnya. Ketika saya mencoba untuk mendaftar agar masuk verified account twitter, saya melihat, twitter memberi syarat agar setidaknya punya dua website. Mungkin ini bisa blog atau situs pribadi kita.

Tapi ketika saya mencoba googling terkait untuk bisa menjadi verified account, berita dari the verge ini, atau mungkin dari prnewswire ini mengutip pernyataan dari Wakil Presiden Twitter urusan pengguna, sepertinya untuk verified account yang bisa mendapatkanya adalah orang yang “berpengaruh” atau “influencer” atau “creator”. Nah ini yang saya rada sedikit bingung.

oh iya, ini statementnya :

“We want to make it even easier for people to find creators and influencers on Twitter so it makes sense for us to let people apply for verification,” said Tina Bhatnagar, Twitter’s vice president of User Services.

“We hope opening up this application process results in more people finding great, high-quality accounts to follow, and for these creators and influencers to connect with a broader audience.”

Kalau secara awam, saya berpikir, yang akan diberikan tanda verified account oleh twitter nantinya, adalah orang yang berpengaruh di linimasa, atau mungkin orang top, banyak follower, atau semacam selebtwit gitu lah.

Dengan verified account ini, twitter mengatakan bahwa mereka ingin agar ada akun-akun yang keren yang direkomendasikan untuk difollow. Intinya adalah, pengguna twitter bisa mengetahui sapa saja yang layak difollow.

Di situs twitter, juga dinyatakan, yang bisa menjadi verified account itu adalah akun yang menjadi perhatian publik. Misalnya akun orang yang terlibat di dunia musik, seni peran, fashion, pemerintahan, politik, agama atau kepercayaan, jurnalisme, media, olahraga, bisnis dan lainnya.

IMG_1992

Dalam kacamata pribadi saya, sulit bagi pengguna awam untuk menjadi verified account. Data dari twitter, seperti dikutip the verge tadi, ada 310 juta pengguna aktif. Sekali lagi, tak akan mudah menjadi verified account.

Tapi, saya tetap mencoba melakukan pendaftaran. Kalau tidak bisa menjadi verified account toh saya tetap akan menjadi pengguna twitter kok. Saya bukan influencer di social media, ataupun creator. Tapi, setidaknya kita mencoba dong ya untuk menjadi verified account.

Jakarta, 20 Juli 2016

baca selengkapnya